Kamis, 31 Desember 2015

Tersinggung


Belajar Meredam Rasa Tersinggung


Salah satu hal yang sering membuat energi kita terkuras adalah timbulnya rasa ketersinggungan diri. Munculnya perasaan ini sering disebabkan oleh ketidaktahanan kita terhadap sikap orang lain.
Ketika tersinggung, minimal kita akan sibuk membela diri dan selanjutnya akan memikirkan kejelekan orang lain. Hal yang paling membahayakan dari ketersinggungan adalah habisnya waktu kita menjadi buah roh.
Efek yang biasa ditimbulkan oleh rasa tersinggung adalah kemarahan. Jika kita marah, kata-kata jadi tidak terkendali, stress meningkat, dan lainnya. Karena itu, kegigihan kita untuk tidak tersinggung menjadi suatu keharusan.
Apa yang menyebabkan orang tersinggung? Ketersinggungan seseorang timbul karena menilai dirinya lebih dari kenyataan, merasa pintar, berjasa, baik, tampan, dan merasa sukses.
Setiap kali kita menilai diri lebih dari kenyataan bila ada yang menilai kita kurang sedikit saja akan langsung tersinggung. Peluang tersinggung akan terbuka jika kita salah dalam menilai diri sendiri. Karena itu, ada sesuatu yang harus kita perbaiki, yaitu proporsional menilai diri.
Teknik pertama agar kita tidak mudah tersinggung adalah tidak menilai lebih kepada diri kita. Misalnya, jangan banyak mengingat-ingat bahwa saya telah berjasa, saya seorang guru, saya seorang pemimpin, saya ini orang yang sudah berbuat. Semakin banyak kita mengaku-ngaku tentang diri kita, akan membuat kita makin tersinggung.
Ada beberapa cara yang cukup efektif untuk meredam ketersinggungan
Pertama, belajar melupakan.
Jika kita seorang sarjana maka lupakanlah kesarjanaan kita. Jika kita seorang direktur lupakanlah jabatan itu. Jika kita pemuka agama lupakan kepemuka agamaan kita. Jika kita seorang pimpinan lupakanlah hal itu, dan seterusnya. Anggap semuanya ini berkat dari Allah agar kita tidak tamak terhadap penghargaan. Kita harus melatih diri untuk merasa sekadar hamba Allah yang tidak memiliki apa-apa kecuali berkat ilmu yang dipercikkan oleh Allah sedikit. Kita lebih banyak tidak tahu. Kita tidak mempunyai harta sedikit pun kecuali sepercik titipan berkat dari Allah. Kita tidak mempunyai jabatan ataupun kedudukan sedikit pun kecuali sepercik yang Allah telah berikan dan dipertanggung jawabkan. Dengan sikap seperti ini hidup kita akan lebih ringan. Semakin kita ingin dihargai, dipuji, dan dihormati, akan kian sering kita sakit hati.
Kedua, kita harus melihat bahwa apa pun yang dilakukan orang kepada kita akan bermanfaat jika kita dapat menyikapinya dengan tepat.
Kita tidak akan pernah rugi dengan perilaku orang kepada kita, jika bisa menyikapinya dengan tepat. Kita akan merugi apabila salah menyikapi kejadian dan sebenarnya kita tidak bisa memaksa orang lain berbuat sesuai dengan keinginan kita. Yang bisa kita lakukan adalah memaksa diri sendiri menyikapi orang lain dengan sikap terbaik kita. Apa pun perkataan orang lain kepada kita, tentu itu terjadi dengan izin Allah. Anggap saja ini episode atau ujian yang harus kita alami untuk menguji keimanan kita.
Ketiga, kita harus berempati.
Yaitu, mulai melihat sesuatu tidak dari sisi kita. Perhatikan kisah seseorang yang tengah menu ntun gajah dari depan dan seorang lagi mengikutinya di belakang Gajah tersebut.
Yang di depan berkata, "Oh indah nian pemandangan sepanjang hari". Kontan ia didorong dan dilempar dari belakang karena dianggap menyindir. Sebab, sepanjang perjalanan, orang yang di belakang hanya melihat pantat gajah.
Karena itu, kita harus belajar berempati. Jika tidak ingin mudah tersinggung cari seribu satu alasan untuk bisa memaklumi orang lain. Namun yang harus diingat, berbagai alasan yang kita buat semata-mata untuk memaklumi, bukan untuk membenarkan kesalahan, sehingga kita dapat mengendalikan diri.
Keempat, jadikan penghinaan orang lain kepada kita sebagai ladang peningkatan kwalitas diri dan kesempatan untuk mempraktekkan buah - buah roh Yaitu, dengan memaafkan orang yang menyakiti dan membalasnya dengan kebaikan



Love is not waiting for someone to say

Love is not waiting for someone to say Once there was a man who kept it on his girl friend . Until then the time marriage , he decided to say feeling which is actually the girl. But the girl eventually only assume it was just a joke .
     his wife how much he loves her, but he never And there was a man who wanted to say on say , until she died. who know his tombstone . With a kiss and the words " I LOVE
     The man was until now continues to put flowers on      YOU " .who know Does she know that? to say it. Until the day his father Currently there is a girl who always wants to feel the warm embrace of his father's affection , but he was shy
 may not hold her again .Many stories that occur every day, and we may realize all of it. What has happened yesterday, no return ... but if we can
Think about the things we want to say ascertain what will happen tomorrow?
Say love and affection. If you and jangahlah we are always waiting for the right moment?
When you're with someone, and you often leaving a crowded party and walk together, alone with someone ... that's love.
If there is someone who always makes you laugh,
squelched. But when he is not with you and you look for it ... that's when you feel the love.
looking for someone special (to know attentive look at you and want to always go
with him. You're in love. When you see a picture together, and you When you do not take calls when you're busy who was photographed disampingya it) then you imagine you were there ... rest assured you in love.  learning, but could not resist when someone
     long ... you're in love.
     call you ... that's when you're in love.      If you're more interested in receiving a short letter      from someone other than the letters that      When you get a free ticket for the two, and you
     That's why you feel the love.
     do not hesitate to invite someone, you're falling      love.      -      You keep saying we are just ordinary friends, but      you realize you can not get away from him ... when      Love is not something bad and all dependent      on how we want it.
     means to you ....
     Share, and say to the people who

Ungkapan Sederhana Untuk Istri Tercinta



Bila malam sudah beranjak mendapati Subuh, bangunlah  sejenak.
Lihatlah istri Anda yang sedang terbaring letih menemani  bayi Anda.
Tataplah wajahnya yang masih dipenuhi oleh gurat-gurat  kepenatan
karena seharian ini badannya tak menemukan kesempatan untuk  istirah
barang sekejap, Kalau saja tak ada air wudhu yang  niembasahi wajah
itu setiap hari, barangkali sisa-sisa kecantikannya sudah  tak ada
lagi.

Sesudahnya, bayangkanlah tentang esok hari. Di saat Anda  sudah bisa
merasakan betapa segar udara pagi, Tubuh letih istri Anda  barangkali
belum benar benar menemukan kesegarannya. Sementara  anak-anak
sebentar lagi akan meminta perhatian bundanya,  membisingkan
telinganya dengan tangis serta membasahi pakaiannya dengan  pipis tak
habis-habis. Baru berganti pakaian, sudah dibasahi pipis  lagi.
Padahal tangan istri Anda pula yang harus  mencucinya.

Di saat seperti itu, apakah yang Anda pikirkan tenang dia?  Masihkah
Anda memimpikan tentang seorang yang akan senantiasa  berbicara lembut
kepada anak-anaknya seperti kisah dari negeri dongeng  sementara di
saat yang sama Anda menuntut dia untuk menjadi istri yang  penuh
perhatian, santun dalam bicara, lulus dalam memilih kata  serta tulus
dalam menjalani tugasnya sebagai istri, termasuk dalam  menjalani apa
yang sesungguhnya bukan kewajiban istri tetapi dianggap  sebagai
kewajibannya.

Sekali lagi, masihkah Anda sampai hati mendambakan tentang  seorang
perempuan yang sempurna, yang selalu berlaku halus dan  lembut? Tentu
saja saya tidak tengah mengajak Anda membiarkan istri kita  membentak
anak-anak dengan mata rnembelalak. Tidak. Saya hanya ingin  mengajak
Anda melihat bahwa tatkala tubuhnya amat letih, sementara  kita tak
pernah menyapa jiwanya, maka amat wajar kalau ia tidak  sabar. begitu
pula manakala matanya yang mengantuk tak kunjung  memperoleh
kesempatan untuk tidur nyenyak sejenak, maka ketegangan  emosinya akan
menanjak. Disaat itulah jarinya yang lentik bisa tiba-tiba  membuat
anak kita rnenjerit karena cubitannva yanq bikin  sakit.

Apa artinya? Benar, seorang istri shalihah memang tak boleh  bermanja-
manja secara kekanak-kanakan, apalagi sampai cengeng.  Tetapi istri
shalihah tetaplah manusia yang membutuhkan penerimaan. Ia  juga
butuh diakui, meski tak pernah meminta kepada Anda.  Sementara gejolak-
gejolak jiwa yang memenuhi dada, butuh telinga yang mau  mendengar.
Kalau kegelisahan jiwanya tak perna menemukan muaranya  berupa
kesediaan untuk mendengar, atau ia tak pernah Anda  akui
keberadaannya, maka jangan pernah menyalahkan siapa-siapa  kecuali
dirimu sendiri jika ia tiba-tiba meledak. Jangankan istri  kita yang
suaminya tidak terlalu istimewa, istri Nabi pun pernah  mengalami
situasi-situasi yang penuh ledakan, meski yang membuatnya  meledak-
ledak bukan karena Nabi Saw. tak mau mendengar melainkan  semata
karena dibakar api kecemburuan. Ketika itu, Nabi Saw. hanya  diam
menghadapi 'Aisyah yang sedang cemburu seraya memintanya  untuk
mengganti mangkok yang dipecahkan.

Alhasil, ada yang harus kita benahi dalam jiwa kita. Ketika  kita
menginginkan ibu anak-anak kita selalu lembut dalam  mengasuh, maka
bukan hanya nasehat yang perlu kita berikan. Ada yang lain.  Ada
kehangatan yang perlu kita berikan agar hatinya tidak  dingin, apalagi
beku, dalam menghadapi anak-anak setiap hari, Ada  penerimaan yang
perlu kita tunjukkan agar anak-anak itu tetap menemukan  bundanya
sebagai tempat untuk memperoleh kedamaian, cinta dan  kasih-sayang.

Ada ketulusan yang harus kita usapkan kepada perasaan dan  pikirannya,
agar ia masih tetap memiliki energi untuk tersenyum kepada  anak-anak
kita. Sepenat apa pun ia.

Ada lagi yang lain: pengakuan. Meski ia tidak pernah  menuntut, tetapi
mestikah kita menunggu sampai mukanya berkerut-kerut.  Karenanya,
marilah kita kembali ke bagian awal tulisan ini. Ketika  perjalanan
waktu telah melewati tengah malam, pandanglah istri Anda  yang
terbaring letih itu. lalu pikirkankah sejenak, tak adakah  yang bisa
kita lakukan sekedar Untuk menqucap terima kasih atau  menyatakan
sayang? Bisa dengan kata yang berbunga-bunga, bisa tanpa  kata. Dan
sungguh, lihatlah betapa banyak cara untuk menyatakannya.  Tubuh yang
letih itu, alangkah bersemangatnya jika disaat bangun nanti  ada
secangkir minuman hangat yang diseduh dengan dua sendok teh  gula dan
satu cangkir cinta. Sampaikan kepadanya ketika matanya  telah
terbuka, "Ada secangkir minuman hangat untuk istriku.  Perlukah aku
hantarkan untuk itu?"

Sulit melakukan ini? Ada cara lain yang bisa Anda lakukan.  Mungkin
sekedar membantunya menyiapkan sarapan pagi untuk  anak-anak, mungkin
juga dengan tindakan-tindakan lain, asal tak salah niat  kita. Kalau
kita terlibat dengan pekerjaan di dapur, rnemandikan anak,  atau
menyuapi si mungil sebelum mengantarkannya ke TK, itu bukan  karena
gender-friendly; tetapi semata karena mencari ridha Allah.  Sebab
selain niat ikhlas karena Allah, tak ada artinya apa yang  kila
lakukan. Kita tidak akan mendapati amal-amal kita saat  berjumpa
dengan Allah di yaumil-kiyamah. Alaakullihal, apa yang  ingin Anda
lakukan, terserah Anda. Yang jelas, ada pengakuan untuknya,  baik
lewat ucapan terima kasih atau tindakan yang menunjukkan  bahwa dialah
yang terkasih. Semoga dengan kerelaan kita untuk menyatakan  terima-
kasih, tak ada airmata duka yang menetes dari kedua  kelopaknya.
Semoga dengan kesediaan kita untuk membuka telinga baginya,  tak ada
lagi istri yang berlari menelungkupkan wajah di atas bantal  karena
merasa tak didengar.

Dan semoga pula dengan perhatian yang kita berikan  kepadanya, kelak
istri kita akan berkata tentang kita sebagaimana Bunda  'Aisyah
radhiyallahu anha berucap tentang suaminya, Rasulullah  Saw., "Ah,
semua perilakunya menakjubkan bagiku."
Sesudah engkau puas memandangi istrimu yang terbaring  letih, sesudah
engkau perhatikan gurat-gurat penat di wajahnya, maka  biarkanlah ia
sejenak untuk meneruskan istirahnya. Hembusan udara dingin  yang
mungkin bisa mengusik tidurnya, tahanlah dengan sehelai  selimut
untuknya.

Hamparkanlah ke tubuh istrimu dengan kasih-sayang dan cinta  yang tak
lekang oleh perubahan, Semoga engkau termasuk laki-laki  yang mulia,
sebab tidak memuliakan wanita kecuali laki-laki yang  mulia.
Sesudahnya, kembalilah ke munajat dan tafakkurmu. Marilah  kita ingat
kembali ketika Rasulullah Saw. berpesan tentang istri kita.  "Wahai
manusia, sesungguhnya istri kalian mempunyai hak atas  kalian
sebagaimana kalian mempunyai hak atas mereka.  Ketahuilah,"kata
Rasulullah Saw.
melanjutkan, 'kalian mengambil wanita itu sebagai amanah  dari Allah,
dan kalian halalkan kehormatan mereka dengan kitab Allah.

Takutlah kepada Allah dalam mengurus istri kalian. Aku wasiatkan  atas
kalian untuk selalu berbuat baik. " Kita telah mengambil  istri kita
sebagai amanah dari Allah. Kelak kita harus melaporkan  kepadaAllah
Taala bagairnana kita menunaikan amanah dari-Nya kah  kita
mengabaikannya sehingga gurat-guratan dengan cepat  rnenggerogoti
wajahnya, jauh awal dari usia yang sebenarnya? Ataukah,  kita sempat
tercatat selalu berbuat baik bentuk istri, Saya tidak  tahu.
sebagaimana saya juga tidak tahu apakah sebagai suami Saya  sudah
cukup baik jangan-jangan tidak ada sedikit pun kebaikan di  mata
istri. Saya hanya berharap istri saya benar-banar  memaafkan
kekurangan saya
sebagai suami. indahya, semoga ada kerelaan untuk menerima  apa
adanya. Hanya inilah ungkapan sederhana yang kutuliskan  untuknya.
Semoga Anda bisa menerima ungkapan yang lebih agung untuk  istri Anda.

THE LUNCH BAG

THE LUNCH BAG

(a true story of Robert Fulghum and his 7-year-old daughter Molly)

It was Molly's job to hand her father his brown paper lunch bag each
morning before he headed off to work.  One morning, in addition to his
usual lunch bag, Molly handed him a second paper bag.  This one was worn
and held together with duct tape, staples, and paper clips.  "Why two
bags" Fulghum asked.  "The other is something else," Molly answered.
"What's in it?"  "Just some stuff.  Take it with you."  Not wanting to
hold court over the matter, Fulghum stuffed both sacks into his
briefcase, kissed Molly and rushed off.

At midday, while hurriedly scarfing down his real lunch, he tore open
Molly's bag and shook out the contents:  two hair ribbons, three small
stones, a plastic dinosaur, a pencil stub, a tiny sea shell, two animal
crackers, a marble, a used lipstick, a small doll, two chocolate kisses,
and 13 pennies.  Fulghum smiled, finished eating, and swept the desk
clean - into the wastebasket -  leftover lunch, Molly's junk and all.

That evening, Molly ran up behind him as he read the newspaper.
"Where's my bag?"  "What bag?"  "You know, the one I gave you this
morning."  "I left it at the office.  Why?"  "I forgot to put this note
in it," she said.  "And, besides, those are my things in the sack,
Daddy, the ones I really like - I thought you might like to play with
them, but now I want them back.  You didn't lose the bag, did you,
Daddy?"  "Oh, no," he said, lying.  "I just forgot to bring it home.
I'll  bring it tomorrow.  "While Molly hugged her father's neck, he
unfolded the note that had not made it into the sack:  "I love you,
Daddy."  Molly had given him her treasures.
All that a 7-year-old held dear.   Love in a paper sack, and he missed
it - not only missed it, but had thrown it in the wastebasket.

So back he went to the office.  Just ahead of the night janitor, he
picked up the wastebasket and poured the contents on his desk.  After
washing the mustard off the dinosaurs and spraying the whole thing with
breath-freshener to kill the smell of onions, he carefully smoothed out
the wadded ball of brown paper, put the treasures inside and carried it
home gingerly, like an injured kitten.  The bag didn't look so good, but
the stuff was all there and that's what counted.  After dinner, he asked
Molly to tell him about the stuff in the sack.  It took a long time to
tell.  Everything had a story or a memory or was attached to dreams and
imaginary friends.  Fairies had brought some of the things.  He had
given her the chocolate kisses, and she had kept them for when she
needed them.

"Sometimes I think of all the times in this sweet life," Fulghum
concludes the story, "when I must have missed the affection I was being
given.  A friend calls this 'standing knee deep in the river and dying
of thirst'. "We should all remember that it's not the destination that
counts in life -- it's the journey.  The 'little girl smiles', the
dinosaurs and chocolate kisses wrapped in old paper bags that we
sometimes throw away too thoughtlessly, each day, each a tiny treasure.
The journey with the people we love is all that really matters.  Such a
simple truth so easily forgotten.

Rabu, 30 Desember 2015

Empat Pertanyaan di Padang Masyhar

" Empat Pertanyaan di Padang Masyhar "

Penulis: Yazid Abdul Qadir Jawas


alhikmah.com - Setiap muslim wajib mengimani Hari Akhir atau Hari Kiamat.
Bahkan hal itu merupakan rukun iman yang kelima. Di dalam hadist-hadist
shahih diterangkan bahwa setelah dunia ini hancur, manusia yang di dalam
kubur dibangkitkan dan semua akan dikumpulkan oleh Allah di Padang Mahsyar.
Siapkah kita menghadapi peristiwa tersebut ? Apa saja yang akan terjadi pada
saat itu?


Pada saat itu manusia akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah Ta'ala
tentang segala macam yang telah dilakukan selama hidup di dunia ini. Pada
hari itu tidak berguna harta, anak, tidak bermanfaat apa yang dibanggakan
selama di dunia ini. Pada hari itu hanya ada penguasa tunggal yaitu Allah
Subhanahu wa Ta'ala yang telah memberikan berbagai macam nikmat kepada
manusia, kemudian Dia menyuruh menggunakan nikmat tersebut sebaik-baiknya
dalam rangka mengabdi kepadaNya.


Karena Allah yang telah mengkaruniakan nikmat-nikmat itu kepada manusia,
maka sangat wajar apabila Ia menanyakan kepada manusia untuk apa
nikmat-nikmat itu digunakan.


Dalam sebuah haditsnya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :
"Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba (menuju batas shiratul mustaqim)
sehingga ia ditanya tentang umurnya, untuk apa ia habiskan, ilmunya untuk
apa ia amalkan, hartanya dari mana ia peroleh dan kemana ia habiskan dan
badannya untuk apa ia gunakan".(Hadist Shahih Riwayat At Tirmidzi dan Ad
Darimi)


1. Umur


Umur adalah sesuatu yang tidak pernah lepas dari manusia. Bila kita
berbicara tentang umur, maka berarti kita berbicara tentang waktu. Allah
dalam Al-Qur'an telah bersumpah dengan waktu : "Demi masa" maksudnya agar
manusia lebih memperhatikan waktu. Waktu yang diberikan Allah adalah 24 jam
dalam sehari-semalam. Untuk apa kita gunakan waktu itu ? Apakah waktu itu
untuk beribadah atau untuk yang lain, yang sia-sia ?


Di antara sebab-sebab kemunduran umat Islam ialah bahwa mereka tidak pandai
menggunakan waktu untuk hal-hal yang bermanfaat, sebagian besar waktunya
untuk bergurau, bercanda, ngobrol tentang hal-hal yang tidak bermanfaat
bahkan terkadang membawa kepada perdebatan yang tidak berarti dan
pertikaian. Sementara orang-orang kafir menggunakan waktu dengan
sebaik-baiknya, sehingga mereka maju dalam berbagai bidang kehidupan dan
menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.


Keadaan umat Islam saat ini sangat memprihatinkan. Ada diantara mereka yang
tidak mengerti ajaran agamanya dan ada yang tidak mengerti pengetahuan umum.
Bahkan ada diantara mereka yang buta huruf baca tulis Al-Qur'an. Bila kita
mau meningkatkan iman dan amal, maka seharusnyalah kita bertanya kepada diri
masing-masing. Sudah berapa umur kita hari ini dan apa yang sudah kita
ketahui tentang Islam, apa pula yang sudah kita amalkan dari ajaran Islam
ini? Janganlah kita termasuk orang yang merugi.


2.Ilmu


Yang membedakan antara muslim dan kafir adalah ilmu dan amal. Orang muslim
berbeda amaliahnya dengan orang kafir dalam segala hal, dari mulai
kebersihan, berpakaian, berumah tangga, bermuamalah dan lain-lain. Seorang
muslim diperintahkan oleh Allah dan RasulNya agar menuntut ilmu. Allah
berfirman: Apakah sama orang yang tahu (berilmu) dengan yang tidak berilmu
? (Q.S. Az Zumar: 9)


Ayat ini kendatipun berbentuk pertanyaan tetapi mengandung perintah untuk
menuntut ilmu. Menuntut ilmu agama hukumnya wajib atas setiap individu
muslim, misalkan tentang membersihkan najis, berwudhu yang benar cara shalat
yang benar, dan hal-hal yang dilaksanakan setiap hari. Karena bila ia tidak
tahu, maka amalannya akan tertolak, dan Allah akan bertanya kepadanya kenapa
ia mengikuti apa yang tidak ia ketahui, seperti dalam firmanNya : "Dan
janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan
tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu
akan diminta pertanggung-jawabannya." (Q.S. Al Isra’: 36)

Ilmu yang sudah dipelajari oleh umat Islam harus digunakan untuk kepentingan
Islam. Ilmu yang sudah dituntut dan dipelajari wajib diamalkan menurut
syari'at Islam. Ilmu tidak akan berarti apa-apa dalam hidup dan kehidupan
manusia kecuali bila manusia mengamalkannya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi
Wa Sallam bersabda : "Beramallah kamu (dengan ilmu yang ada) karena
tiap-tiap orang dimudahkan menurut apa-apa yang Allah ciptakan atasnya."
(H.R. Muslim)


3. Harta


Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : "Bagi tiap-tiap umat itu
fitnah dan sesungguhnya fitnah umatku adalah harta." (H.R. At Tirmidzi dan
Hakim)


Harta pada hakikatnya adalah milik Allah. Harta adalah amanat Allah yang
dilimpahkan kepada umat manusia agar dia mencari harta itu dengan halal,
menggunakan harta itu pada tempat yang telah ditetapkan oleh syari'at Islam.
Bila kita amati keadaan umat Islam saat ini, banyak kita dapati di antara
mereka yang tidak lagi perduli dengan cara mengumpulkan hartanya apakah dari
jalan yang halal atau dari jalan yang haram. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi
Wa Sallam telah meramalkan hal ini dengan sabdanya : "Nanti akan datang satu
masa, dimasa itu manusia tidak perduli dari mana harta itu ia peroleh,
apakah dari yang halal ataukah dari yang haram." (H.R. Al Bukhari)


Setiap muslim harus hati-hati dalam mencari mata pencaharian hidupnya karena
banyak manusia yang terdesak masalah ekonomi lalu ia menjadi kalut hingga
tidak perduli lagi harta itu dari mana ia peroleh. Ada yang memperoleh harta
dari usaha-usaha yang batil, misalnya hutang tidak dibayar, korupsi, riba,
merampok, berjudi dan lain sebagainya. Orang yang mencari usaha dari yang
haram akan mendapat siksa dari Allah, seperti disabdakan oleh Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam : "Barangsiapa yang dagingnya tumbuh dari
barang yang haram, maka Neraka itu lebih patut baginya (sebagai tempat)."
(H.R. Al Hakim)


Harta yang kita dapat dengan cara yang halal harus pula kita infaqkan pada
jalan yang benar pula. Bila tadi disebutkan bahwa harta itu milik Allah,
maka wajib pula kita gunakan harta itu untuk dalam rangka menegakkan kalimat
Allah di muka bumi ini.


Di dalam Al-Qur'an ada delapan golongan yang berhak mendapat zakat, yaitu
para fuqara (orang fakir), masakin (orang miskin), amil (pengurus) zakat,
muallaf (orang yang baru masuk Islam), untuk membebaskan budak, orang-orang
yang berhutang, untuk perjuangan jalan Allah dan orang yang sedang dalam
perjalanan. Di masa-masa sekarang ini ada beberapa kelompok yang masuk
prioritas utama yang berhak mendapat infaq dan shadaqah, yaitu golongan
fuqara, masakin dan orang yang di jalan Allah.


Orang fakir adalah orang yang butuh, tetapi tidak mempunyai pekerjaan sedang
hidupnya digunakan untuk membantu agama Islam . Jadi orang fakir yang
dibantu adalah orang yang memang hidupnya untuk berjuang di jalan Allah
bukan pemalas yang tidak mau berusaha dan tidak melaksanakan syariat Islam.
Sedangkan orang miskin adalah orang yang berusaha tetapi usahanya hanya
mencukupi kebutuhan minimalnya dalam keluarganya untuk makan sehari-hari.


4.Badan


Manusia merupakan makhluk yang paling sempurna yang diciptakan Allah di muka
bumi ini. Dengan kesempurnaan susunan tubuh serta akal fikiran yang
diberikan Allah, manusia dijadikan sebagai khalifah di bumi, manusia
dibebani taklif agar dapat melaksanakan fungsinya dengan baik. Jasmani
manusia ini dituntut bekerja untuk melaksanakan fungsi khilafah dalam rangka
mengabdi kepada Allah. Letihnya manusia dalam melaksanakan ibadah kepada
Allah akan diganjar dengan pahala. Tetapi bila letihnya dalam rangka
bermain-main, mengerjakan maksiat, perbuatan sia-sia, beribadah dengan yang
tidak dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, maka
sia-sialah letihnya itu bahkan ada yang akan diganjar dengan api Neraka,
karena mereka termasuk orang-orang yang celaka, sebagaimana sabda Rasulullah
Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam : "Tiap-tiap amal (pekerjaan) ada masa-masa
semangat, dan tiap-tiap masa semangat ada masa lelahnya maka barangsiapa
lelah letihnya karena melaksanakan sunnahku, maka ia telah mendapatkan
petunjuk, dan barangsiapa letihnya bukan karena melaksanakan sunnahku, maka
dia termasuk orang yang binasa." (H.R. Al Hakim dan Al Baihaqi)


***

Demikianlah, pada hari mahsyar masing-masing manusia akan diminta
pertanggung jawaban atas segala perbuatan yang telah dikerjakannya selama
hidupnya di dunia. Sudah siapkah kita menjawab pertanyaan-pertanyaan yang
akan ditanyakan kepada kita pada saat itu? Kalau belum, kapan lagi kita
mempersiapkan diri kalau tidak sekarang?


Segala puji bagi Allah, Penguasa sekalian alam, semoga shalawat dan salam
tetap tercurahkan atas Nabi kita Muhammad, keluarganya dan para
Shahabatnya.

Selasa, 29 Desember 2015

Kisah Nyata Pembawa Pesan



Pengalaman menarik,
Baut Ban Mobil Pembawa Pesan

Seorang mahasiswa bermobil berniat akan sembahyang Jum'at di dekat rumahnya.
Karena jarak yang cukup dekat, maka dari rumah ke masjid cukup hanya
berjalan kaki saja. Pakaianpun seadanya yang memenuhi syarat untuk
bersembahyang. Bahkan dompetpun ditinggal di rumah.Tak lupa sebelum
berangkat, terselip di kantongnya uang sejumlah seribu rupiah diniatkan
untuk dimasukkan ke dalam kotak sumbangan masjid.

Saat sampai di masjid, ternyata jamaah sudah penuh sampai luber keluar,
sehingga si mahasiswa tadi tidak dapat tempat. Maka diapun mendengarkan
khotbah sambil berdiri di halaman, dan tentunya kotak sumbangan tidak lewat
didepannya. Akibatnya uang seribu dikantong tetap utuh sampai sholat Jum'at
selesai.

Kalau memang sudah niat, seharusnya bisa saja kotak sumbangan itu dicari dan
uang dimasukkan. Tapi kenyataannya, rasa sayang terhadap uang sejumlah itu
masih mengganggu. Lumayan untuk sepiring nasi padang dengan lauk ayam goreng
untuk makan siang untuk ukuran pada masa itu. Sehingga uang seribu rupiah
tersebut tidak jadi masuk kotak sumbangan, tapi dibawa pulang kembali.

Jam sudah menunjukan saat makan siang setelah selesai sholat Jum'at. Maka
setelah itu, ia bersama pembantunya pergi keluar mancari makan siang dengan
mobilnya. Belum sampai tempat tujuan, terdengar suara dentuman keras di roda
sebelah kiri depan. Mobilpun ditepikan dan kebetulan berhenti di antara
andong-andong yang sedang parkir mencari muatan. Setelah di cek, ternyata
baut roda yang berjumlah empat buah hanya tinggal tersisa dua buah, dan
itupun sudah mau lepas. Pantas saja roda jadi oleng dan menimbulkan bunyi
keras. Segudang "untung"pun keluar dari mulut orang-orang yang menonton.
Untung tidak lepas, untung sedang jalan lambat, untung di dalam kota dll.
Setelah tahu penyebabnya, gampang! Kencangkan lagi baut dan nanti setelah
makan, pergi ke toko spare part mobil dan beli baut baru. Tidak masalah.

Tapi saat mengencangkan kedua baut tersebut, salah seorang kusir andong yang
sudah tua, ikut menonton dan dengan bahasa Jawanya yang halus dia menawarkan
satu buah baut yang katanya milik dia dan dia meminta uang seribu rupiah
untuk menebusnya. Seribu rupiah??? Pikiranpun teringat seribu rupiah yang
tidak jadi masuk kotak sumbangan masjid. Kok pak kusir tua menawarkan seribu
rupiah? Kenapa tidak seribu lima ratus atau dua ribu sekalian? "Ah, itu
hanya 'kebetulan' saja" pikir mahasiswa itu.  "Baiklah, coba lihat baut yang
bapak punya" kata si mahasiswa (Dalam bahasa Jawa halus juga). Setelah pak
kusir memperlihatkan bautnya, ternyata itu adalah baut mobil mahasiswa itu
yang rupanya lepas dan menggelinding ke kolong andong pak kusir tua itu,
lalu dia ambil dan mengaku sebagai pemiliknya. "Bisa saja pak tua ini" pikir
si mahasiswa dalam hatinya. Karena merasa iba, maka tanpa banyak bicara atau
menawar, bautpun dibayar. Senang sekali pak tua kusir andong menerima seribu
rupiah.

Baru tiga baut yang terpasang dari empat baut yang seharusnya. "Tak apalah,
nanti baut yang keempat beli di toko" pikir si mahasiswa. Maka, pergilah
mereka makan siang sambil si mahasiswa pemilik mobil tetap bertanya di dalam
hati. "Kenapa seribu rupiah???"

Terpikir oleh si mahasiswa pada saat itu; "Apakah ini sebuah pesan atau
peringatan dari Allah SWT bahwa sesuatu yang sudah niat untuk diikhlaskan,
dalam hal ini uang seribu rupiah untuk sumbangan ke masjid, tidak
sepantasnyalah untuk ditahan-tahan dengan alasan sayang uang/benda, atau
takut rugi atau untuk keperluan yang lain". Jadi maksudnya peringatan dan
menguji keikhlasan. Bila masih ditahan, itu artinya masih belum ikhlas
sepenuhnya.

Apakah yang dipikirkan itu benar? Atau hanya dia saja yang terlalu
berperasaan? Sengaja mobilpun dilewatkan kembali di jalan yang sama setelah
kembali dari makan siang dan diapun berdoa memohon kepada Tuhan. Dalam
permohonannya; "Ya Allah, bila memang kejadian itu adalah sebuah pesan dan
memang ditujukan untuknya dan apabila yang terpikir itu benar adanya, maka
tunjukanlah kebenaran itu" Tahukah anda apa yang terjadi sesaat setelah doa
itu selesai terucap??? Baut yang satunya langsung terlihat tergeletak
ditengah jalan aspal, tak jauh dari andongnya pak tua yang tadi, dan tak ada
seorangpun yang menggubris, walaupun orang ramai lalu lalang dan sudah
ditinggal beberapa jam selama makan siang. Bisa dibayangkan sebuah baut roda
kecil, terlihat dengan jelas dari dalam mobil tergeletak di tengah jalan
utama dalam keadaan mobil berjalan pula!! Hatipun terasa bergetar, keringat
mengucur keluar, air mata serasa ingin keluar, merinding, tak tahu harus
bilang bagaimana.

Lengkaplah sudah baut ban mobil mahasiswa itu seperti sedia kala. Tanpa
harus membeli di toko, tapi harus "membeli" seribu rupiah dari pak tua kusir
andong. Dimana seribu rupiah itu memang sudah diniatkan dari awal akan
dikeluarkan untuk sumbangan, tapi tidak jadi, tapi Allah Maha Tahu, dan
memberi peringatan pada hambanya, seolah-olah berkata; "Keluarkan seribu
rupiah itu, karena itu sudah bukan menjadi hakmu lagi!" Maka jadilah seribu
rupiah di"tarik" dengan "paksa" melalui kejadian ban yang hampir lepas.
Ditambah dengan "pesan" yang diterima bahwa Allah Maha Melihat, Allah Maha
Mendengar dan Allah berada dekat, dekat, bahkan sangat dekat dengan
mahluknya. Perbuatan, atau bahkan niat sekecil apapun akan diketahui
olehNYA.

Maka, berhati-hatilah bila punya niat dalam hati, berhati-hatilah bila
berucap dan berhati-hatilah bila bertindak. Semuanya itu tidak lepas dari
pengawasan Allah SWT Pencipta Langit dan Bumi.

Maha Suci Engkau ya Allah, dan tidak ada satupun yang menyerupainya......

Bahasa Cinta



Bahasa Cinta
Ibuku bukanlah orang yang berpendidikan tinggi, atau orang yang
menguasai banyak hal dan berbicara dalam banyak bahasa. Itu menurutku,
tidak penting. Sebab ada satu hal yang membuat ia menjadi sangat
istimewa, satu hal yang sering lalai ku sadari: ia menguasai bahasa
cinta.

Tetapi itu tidak berarti ibuku berbicara tentang cinta padaku secara
verbal. Ibuku juga tak pernah secara langsung menyatakan bahwa ia
sayang padaku atau ia sungguh2 mencintai aku. Dan ku kira, ini pasti
dikarenakan latar belakang budaya timur yang tidak lazim mengenal
pengungkapan perasaan secara verbal.

Tetapi ketika ia dengan segera menyiapkan sepiring nasi ketika ia tahu
aku hendak makan dan itu ia lakukan tanpa menanti permintaan atau
persetujuan dariku (dan jujur saja, kadang2 ini membuatku risih karena
aku merasa diperlakukan seperti anak kecil). Atau setiap pagi ia
bangun paling awal untuk menyiapkan sarapan untuk kami sekeluarga,
menyiapkan dan membawakan makanan kecil ketika aku sedang asyik
menonton tv, aku tahu, ia sedang berbicara bahasa cinta melalui itu
semua. Ia sedang berbicara padaku tentang kepeduliannya, tentang cinta
dan rasa sayangnya padaku.

Akan halnya ayahku, tidak berbeda jauh. Meskipun harus ku akui
terkadang aku merasa benci setengah mati terhadapnya, terhadap
kekeraskepalaannya, kecenderungannya untuk mencari kambing hitam dan
ketidaksportifannya, aku tahu, ia pun menguasai bahasa cinta pula.

Ia memang tidak pernah menyiapkan sarapan atau menyediakan nasi
untukku, tetapi ia menunjukkan rasa cintanya sebagai seorang ayah,
sebagai seorang kepala keluarga: ia selalu siap membantu aku tanpa aku
harus memintanya terlebih dahulu.

Ibu dan ayahku manusia2 penyayang, yang tahu bagaimana menggunakan
bahasa cinta.

Meskipun terkadang-sebagai manusia biasa-kami melakukan kesalahan atau
saling menyakiti hati masing2 dan membuatku lalai menyadari arti
penting mereka, aku berusaha untuk mengingat setiap kata dari tindakan
mereka: setiap kata dari bahasa cinta yang mereka curahkan padaku.


Laki-laki dan Perempuan

Ketika AKU menciptakan langit dan bumi. Aku berfirman dan jadilah. Ketika AKU
menciptakan pria, AKU membentuknya dan meniupkan nafas kehidupan ke lubang
hidungnya.

Tetapi engkau, wanita, AKU menghiasmu setelah aku meniupkan nafas kehidupan ke
pria karena lubang hidungmu terlalu lembut. AKU membiarkan pria tertidur dengan
nyenyak sehingga AKU dapat dengan sabar dan sempurna membentuk engkau. Pria AKU
buat tertidur supaya dia tidak dapat mencampuri.
Dari satu tulang, AKU menghiasmu. AKU memilih tulang yg melindungi kehidupan
pria. AKU memilih tulang rusuk, yg melindungi jantung dan paru2 dan
mendukungnya, sebagaimana yg harus kamu lakukan. Dari satu tulang ini, aku
membentukmu dengan sempurna dan cantik.

Sifatmu adalah seperti tulang rusuk, kuat tetapi lembut dan mudah patah. Engkau
menyediakan perlindungan utk organ paling lembut dari pria, hati/jantungnya.
Jantungnya adalah pusat dari kehidupannya, paru2nya ! menggenggam nafas
kehidupan. Tulang rusuk akan membiarkan dirinya patah sebelum ia mengijinkan
kerusakan terjadi pada jantung. Dukunglah pria sebagaimana
tulang rusuk melindungi tubuhnya.

Engkau tidak diambil dari kakinya utk menjadi alasnya, tidak juga diambil dari
kepalanya utk menjadi atasannya. Engkau diambil dari sisinya, utk berdiri di
sebelahnya dan dipeluk dengan erat, Menjadi Penolong dan Pendoa baginya.
Engkau adalah malaikat-KU yg sempurna. Engkau adalah gadis kecilku yg cantik.
Engkau telah tumbuh menjadi wanita yg sempurna, dan mata-KU terpuaskan ketika
aku melihat hatimu. Matamu-jangan mengubahnya. Bibirmu sangat cantik ketika
mengucapkan doa. Hidungmu sangat sempurna dlm bentuk. Tanganmu sangat lembut utk
disentuh. AKU telah memberi perhatian pada wajahmu saat engkau tertidur. AKU
menggenggam hatimu dekat dengan-KU.

Dari semua yg hidup dan bernafas, engkau adalah yg paling mirip dgn AKU. Adam
berjalan bersamaku di hari yg dingin dan dia
kesepian. Dia hanya dapat! merasakan-KU. Dia tidak dpt melihat ataupun
menyentuh-KU. Jadi semua yang AKU ingin Adam berbagi denganku, aku membentuknya
didalam kamu.
Kekuatan-KU, kemurnian-KU, cinta-KU, perlindungan-KU dan dukungan-KU. Engkau
adalah istimewa krn engkau adalah perpanjangan tangan-KU.

Pria melambangkan citra-KU - wanita, perasaan-KU. Bersama2... kalian
melambangkan TUHAN yg sejati. Jadi pria - perlakukan wanita dengan baik.
Cintailah dia, hormatilah dia, krn ia lembut. Menyakitinya, berarti engkau
menyakiti-KU. Apa yg engkau lakukan kepadanya, engkau melakukan-nya kepada-KU.
Jika engkau menghancurkannya, engkau hanya menghancurkan hatimu sendiri, hati
TUHAN-mu....yg juga hati TUHAN-nya.

Wanita, dukunglah pria. Dlm kesederhanaan, tunjukkan kepadanya kekuatan perasaan
yg telah KU berikan kepadamu. Dlm
kesunyian, tunjukkan kekuatanmu. Dlm cinta, tunjukkan kepadanya bahwa engkau
adalah tulang rusuknya yg melindungi tubuhnya.

AL-ASMA'UL HUSNA

AL-ASMA'UL HUSNA


"Hanya milik Allah Asmaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut
Asmaaul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran
dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap
apa yang telah mereka kerjakan" (Q.S. Al A' raaf 7:180)


ALLAH - Nama Ilahi yang serba komprehensif. Nama panggilan Ketuhanan yang
merupakan asal-usul segenap Nama lain-Nya.

1. AR-RAHMAN - Yang Maha Pemurah. Ia yang melimpahkan Kemurahannya kepada se
genap Makhluk-Nya.

2. AR-RAHIEM - Yang Maha Penyayang. Ia melimpahkan Kemurahannya kepada semua
orang yang beriman.

3. AL-MALIK - Yang Maha Kuasa dan Merajai. Ia Raja seluruh alam semesta.

4. AL-QUDDUS - Yang Maha Suci dari Sifat Kekurangan. Atau Yang Maha Kudus.

5. AS-SALAAM - Yang Maha Sejahtera (memberi keselamatan). Yang Maha Suci dari
Sifat Buruk. "Damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal."

6. AL-MUKMIN - Yang membenarkan rasul-rasul-Nya dan menepati Janji-Nya; Yang
Memberi keamanan kepada Makhluk-Nya. Atau Maha Pelindung Iman, atau Maha
Pelindung Mukminin. Dia mengaktifkan Nama ini di dalam diri mukminin sehingga
terpelihara imannya.

7. AL-MUHAIMIN - Yang memperhatikan, menjaga, serta menaungi Hamba-Hamba-Nya
dalam segala keadaan. Atau Yang Maha Pelindung, khususnya Pelindung iman.

8. AL-AZIZ - Yang Maha Kuat dan Mengalahkan segala sesuatu dan tidak dapat
dikalahkan oleh apapun. Atau Yang Maha Mulia, atau pun Yang Maha Jaya.

9. AL-JABBAR - Yang dapat Memaksakan Kehendak-Nya atas semua Makhluk-Nya; Yang
Maha Perkasa. Yang Kehendak-Nya tidak terkalahkan atau diingkari.

10. AL-MUTAKABBIR - Yang patut Dipuja karena Keagungan Sifat-Sifat-Nya; Yang
Memiliki Kebesaran. Atau Yang Maha Bangga, atau Yang Maha Agung. Hanya Tuhan,
Yang Berkuasa atas segala Hidup, berhak berbangga.

11. AL-KHALIK - Yang Maha Pencipta. Yang Maha Kuasa Menciptakan segala sesuatu,
seluruh alam semesta, dan segala Makhluk di dalamnya.

12. AL-BARI' - Yang menjadikan segala sesuatu. Atau Yang Maha Pengembang. Tuhan
merencanakan Makhluk-Nya dan menuntunnya melalui tahap-tahap dalam proses
perkembangannya.

13. AL-MUSHAWWIR - Yang Memberi Rupa dan Bentuk kepada segala sesuatu. Secara
aktif, Tuhan mencetak segala sesuatu dan membentuknya seraya Ciptaan-Nya
menempuh segala tahap dalam proses perkembangannya.

14. AL-GHAFFAR - Yang Maha Kuasa Menutupi segala kesalahan Hamba-Hamba-Nya
dengan mengampuni dosa-dosa mereka. Melalui Kuasa Nama ini, Tuhan mengampuni
orang yang berdosa.

15. AL-QOHHAR - Yang dapat Menaklukkan segala sesuatu; Yang dapat Memaksakan
segala yang menjadi Kehendak-Nya. Atau Yang Maha Penekan. Tuhan menaklukan dan
mengakhiri segala sesuatu.

16. AL-WAHHAB - Yang Maha Kuasa Memberi segala sesuatu kepada Makhluk-Nya. Tuhan
memberi Kurnia-Nya kepada sesiapa yang dikehendaki-Nya.

17. AR-ROZZAQ - Yang Memberi Rezeki. Tuhan adalah satu-satunya Pemberi Rezeki.

18. AL-FATTAH - Yang Maha Kuasa Membuka Perbendaharaan Rahmat-Nya kepada semua
Makhluk. Tuhan jualah yang membuka jalan ke arah segala pengembangan.

19. AL-'ALIEM - Yang Maha Mengetahui. Atau Yang Serba Mengetahui. Tiada suatu
pun yang luput dari Pengetahuan-Nya.

20. AL-QOBIDH - Yang Maha Kuasa Menyempitkan. Dia yang menyempitkan atau
menyusutkan sesuatu untuk mempersulit urusan Makhluk-Nya.

21. AL-BASITH - Yang Maha Kuasa Melapangkan. Dia yang mempermudah segala urusan
Makhluk-Nya atau sebaliknya membiarkan mereka berkembang.

22. AL-KHOFIDH - Yang Maha Kuasa Merendahkan Martabat sesiapa yang
dikehendaki-Nya.

23. AR-ROFI' - Yang Maha Kuasa Mengangkat Martabat sesiapa yang dikehendaki-Nya.


24. AL-MU'IZZ - Yang meninggikan derajat sesiapa yang dikehendaki-Nya.

25. AL-MUDZILL - Yang menghinakan kedudukan sesiapa yang dikehendaki-Nya. Yang
mampu meninggikan martabat juga mampu menurunkannya.

26. AS-SAMIE' - Yang Maha Mendengar. Tiada suatu pun yang luput dari
Pendengaran-Nya.

27. AL-BASHIER - Yang Maha Melihat. Tiada suatu pun yang luput dari
Pengamatan-Nya.

28. AL-HAKAM - Yang menetapkan Keputusan-Nya atas segala sesuatu. Tuhan adalah
Hakim seluruh umat manusia, terutama pada Hari Kiamat.

29. AL-'ADLU - Yang Maha Adil. Tuhan adil dalam Keputusan-Nya dan membagikan
hukuman dan pahala dengan segala cermat-Nya, sehingga di seluruh alam semesta,
termasuk Keputusan-Nya, tidak terdapat ketimpangan atau deviasi yang kecil
sekali pun.

30. AL-LATHIEF - Yang Maha Mengetahui segala rahasia yang samar dan pelik. Yang
bersifat santun dan lembut kepada Hamba-Hamba-Nya. Ia yang Maha Pemurah,
mengagumkan, dan terlalu halus untuk dilihat dengan mata kepala.

31. AL-KHOBIER - Yang Maha Mengetahui Hakikat segala sesuatu. Karena Ia Maha
Mengetahui, Maha Melihat, dan Maha Mendengar, niscaya Tuhan memantau segala
kejadian.

32. AL-HALIEM - Yang tetap dapat menahan amarah. Atau Yang Maha Lemah Lembut.
Atau Yang Maha Penyabar. Tuhan baru tega menghukum bila digusarkan
terus-menerus.

33. AL-'ADHIEM - Yang Maha Besar; Yang Maha Luhur; Yang Maha Agung. Ia Raja alam
semesta dan Maha Besar dari sudut martabat.

34. AL-GHAFUR - Yang Maha Pengampun. Dia memaafkan segala dosa yang disesali
pelakunya.

35. ASY-SYAKUR - Yang Maha Mensyukuri Hamba-Hamba-Nya yang taat dengan
memberikan pahala atas setiap perbuatan yang baik.. Tuhan menerima syukur mereka
yang bersyukur kepada-Nya. Sampai tingkat tertentu, Ia sekali gus pengucap
syukur serta perbuatan mengucapkan syukur.

36. AL-'ALIY - Yang Maha Tinggi Martabat-Nya. Ia Tuhan Yang bertakhta jauh-jauh
di atas.

37. AL-KABIER - Yang Maha Besar. Ia teramat Besar dari sudut ukuran ruang dan
waktu.

38. AL-HAFIEDZ - Yang Memelihara dan Menjaga semua Makhluk-Nya. Ia melindungi
segala sesuatu, terutama Sabda-Nya (Alquran), sampai tiba ajalnya, dengan
pengertian bahwa Alquran akan bertahan sampai akhir segala zaman.

39. AL-MUQIET - Yang Menjadikan segala apa yang dibutuhkan oleh
Makhluk-Makhluk-Nya., seperti makanan, minuman dan sebagainya. Atau Yang Maha
Pemelihara. Di antara ketiga fase hidup (Kreasi, Hidup, dan Pemusnahan), Nama
ini bertalian dengan fase kedua.

40. AL-HASIEB - Yang memberi kecukupan dengan kadar perhitungan yang tepat. Juga
berarti Juru Hitung, yang menunjukkan bahwa Tuhan mencipta berdasarkan
perhitungan yang amat sangat halus (oleh Al-Muhshi).

41. AL-JALIEL - Yang memiliki segala Sifat kebenaran dan kebesaran. Juga
menyangkut segi Ilahi sebagai Yang Maha Pemurka.

42. AL-KARIEM - Yang Maha Mulia, yang melimpahkan karunia kepada
Makhluk-Makhluk-Nya tanpa diminta sebelumnya. Karena Ia jua yang memberikan kita
segala milik yang kita punyai, maka Kemurahan-Nya tak terhingga.

43. AR-RAQIEB - Yang Selalu Mengawasi dan Memperhatikan segala sesuatu, dan
tiada suatu pun yang luput dari Pegawasan-Nya. Ia memantau, menyelia, dan
mengontrol. (Banyak di antara penemuan teknologi mutakhir menjelmakan Nama ini.)


44. AL-MUJIEB - Yang dapat mengabulkan doa Hamba-Hamba-Nya. Atau Yang Maha
Pengabul Doa.

45. AL-WASI' - Yang Maha Luas Kekayaan-Nya dan Pemberian-Nya kepada
Hamba-Hamba-Nya. Yang Maha Besar dari sudut keluasan atau permuaian.

46. AL-HAKIEM - Yang Maha Bijaksana. Ia Asal-Usul, Pemilik, dan Pembagi segala
sifat kearifan.

47. AL-WADUD - Yang Mencintai dan Mengasihi. Tuhan adalah Cinta Kasih dan
Pembagi-nya-Pengasih, Kasih, dan Kekasih.

48. AL-MAJIED - Yang Maha Mulia dan Maha Besar Kemurahan-Nya kepada
Hamba-Hamba-Nya. Ia teramat Ajaib dan patut dipuja, dan oleh karena itu paling
patut diagungkan.

49. AL-BA'ITS - Yang Maha Kuasa Membangkitkan sesiapa yang sudah wafat. Tuhan
membangkitkan ahli kubur pada Hari Kiamat. Ia juga menciptakan hidup baru dan
menghidupkan kembali segala sesuatu yang hanya dikira mati.

50. ASY-SYAHIED - Yang menyaksikan segala sesuatu. Karena Ia Yang Serba Sadar
dan Yang Maha Pengawas, maka Tuhan adalah Saksi akan segala kejadian sejagat
raya, termasuk perbuatan kita yang kecil sekali pun.

51. AL-HAQ - Yang Haq; Yang Maha Benar; Yang Menunjukkan Kebenaran. Ia inti
terdalam seluruh alam dan sama sekali luput dari segala sifat dusta dan
kesilapan.

52. AL-WAKIEL - Yang dapat mengurusi dan menyelesaikan segala urusan
Hamba-Hamba-Nya. Melalui Nama ini kita percaya kepada Tuhan, dan melalui Nama
ini Ia memberi rezeki asalkan kita telah berusaha sendiri (memenuhi kewajiban
dan mengambil tindakan pencegahan seperlunya).

53. AL-QOWIYU - Yang Maha Kuat lagi Perkasa. AtauYang Tak Terbatas.

54. AL-MATIEN - Yang Maha Kokoh dan Maha Sempurna Kekuatan-Nya. Ia Yang
Bertahan, yang Maha Melawan, atau Yang Maha Pemberani. (Nama ini terwujud dalam
bahan adikeras sebangsa intan.)

55. AL-WALIYU - Yang Maha Melindungi dan Menolong serta membela Hamba-Hamba-Nya.
Atau Yang Maha Sahabat lagi Pelindung. Tuhan merupakan Sahabat setia terhadap
segenap Sahabat-Nya

56. AL-HAMIED - Yang Patut dipuja dan dipuji. Segala puja dan puji adalah
Milik-Nya jua.

57. AL-MUHSHI - Dengan Ilmu-Nya yang meliputi segala sesuatu, Dia menghitung dan
memelihara segala ada, baik yang besar maupun yang kecil sekali pun, hingga
tiada suatu pun yang luput dari Perhitungan dan Pemeliharaan-Nya. Atau Yang Maha
Penghitung atau pun Yang Maha Perancang. Ia sumber ilmu matematika, dan oleh
sebab itu sumber segala ilmu pengetahuan alam (lihat juga Al-Hasieb).

58. AL-MUBDI'U - Yang menjadikan segala sesuatu dari tiada. Segala apa yang
diambil oleh Tuhan dapat dikembalikan-Nya.

59. AL-MU'IED - Yang mengembalikan lagi segala sesuatu yang telah lenyap.
Melalui Kekuatan Nama ini, semua doa kita untuk arwah tercinta yang telah tiada
akan dikabulkan oleh-Nya pada Hari Kebangkitan.

60. AL-MUHYI - Yang Maha Kuasa Menghidupkan segala sesuatu yang sudah mati. Ia
memberi hayat kepada segala Makhluk hidup.

61 .AL-MUMIET - Yang Maha Kuasa mematikan apapun yang hidup. Atau Yang Maha
Pencipta Maut, atau Yang Maha Pemusnah. Segala sesuatu yang hidup akhirnya
ditakdirkan mati oleh-Nya.

62. AL-HAYYU - Yang Maha Tetap Hidup. Hanya Tuhan jualah yang mempunyai Hidup
abadi, karena Ia tidak lahir dan tidak mati pula.

63. AL-QOYYUM - Yang berdiri sendiri dan tetap mengurusi Makhluk-Makhluk-Nya. Ia
untuk selama-lamanya berdiri tegak, siaga, dan awas.

64. AL-WAAJID - Yang Maha Kaya dengan Penemuan dan dapat melaksanakan segala
sesuatu yang dikehendaki. Ia memberi bentuk badani kepada segala sesuatu yang
terdapat di dunia ini.

65. AL-MAAJID - Yang Mempunyai Kemuliaan dan Maha Tinggi dari segala Kekurangan.
Satu-satunya Ada yang patut diagungkan.

66. AL-WAAHID - Yang Maha Tunggal. Atau Yang Maha Tersendiri dalam bentuk dan
jenis. Atau Yang Maha Pemersatu. Segala kelipat-gandaan tersatu di dalam
Diri-Nya.

67. AL-AHAD - Yang Maha Esa. Yang Maha Tunggal, tanpa salinan, (maksudnya tidak
ditinjau dari sudut urutan angka matematika, tetapi sebagai "Ia Yang tidak
diserupai oleh sesama satu pun.")

68. ASH-SHOMAD - Yang menjadi tujuan segala makhluk dan tempat meminta sesuatu
yang menjadi kebutuhan mereka. Atau Yang Maha Abadi. Segenap Makhluk menyeru-Nya
dalam kekurangan, dan Dia, yang bebas dari segala kebutuhan, menyediakan
kebutuhan mereka.

69. AL-QODIR - Yang sanggup melaksanakan semua hal yang dikehendaki. Tuhan Maha
Kuasa. (Sezarah dari segala Sifat Nama ini terwujud pada laut lepas, ilmu Ilahi,
dan bidang keuangan.)

70. AL-MUQTADIR - Yang sangat berkuasa. Kekuasaan-Nya menguasai segala yang
kuasa.

71 .AL-MUQODDIM - Yang Maha Kuasa Mendahulukan. Atau Yang Maha Pemercepat. Bila
dikehendaki-Nya, Tuhan sanggup mempercepat segala urusan.

72. AL-MU'AKHKHIR - Yang Maha Kuasa Mengakhirkan. Atau Yang Maha Pemerlambat.
Sebaliknya, Ia sanggup memperlambat segala urusan.

73. AL-AWWAL - Yang pertama Ada-Nya sebelum segala sesuatu ada.

74. AL-AAKHIR - Yang tetap ada setelah segala sesuatu musnah (berakhir).

75. ADH-DHAHIR - Yang Lahir - Yang dapat dilihat kekuasaan-Nya. Segala sesuatu
yang ada di luar.

76. AL-BATHIN - Yang Batin - Yang tidak dapat dilihat Zat-Nya. Segala sesuatu
yang ada di dalam.

77. AL-WAALI - Yang mengendalikan dan menguasai segala macam urusan Makhluk-Nya.
seluruh alam.

78. AL-MUTA'AAL - Yang Pencapaian-Nya berada di puncak ketinggian yang amat
tinggi dan tidak dapat diatasi atau dilampaui oleh siapa atau apa pun.

79. AL-BARRU - Yang Maha Baik dan membuat segala macam kebajikan. Sumber segala
kebaikan. Segala sesuatu yang baik berasal dari-Nya.

80. AL-TAUWAAB - Yang menerima tobat dan memberi maaf kepada Makhluk yang
berdosa. Setelah menerima tobatnya, Ia mengampuni mereka.

81. AL-MUNTAQIM - Yang Maha Kuasa Menindak Hamba-Nya yang bersalah dengan
menyiksa. Tuhan tidak meridai perbuatan jahat, dan lambat laun mesti membalas
dendam-Nya.

82. AL-AFUWWU - Yang Maha Memberi Maaf, asalkan pendosa bertobat.

83. AR-RO'UF - Yang Maha Belas Kasih dan Penyayang. Belas Kasih ialah Tanda-Nya.


84. MALIKUL-MULKI - Yang memiliki segala kekuasaan di alam ini, dan dengan
Kekuasaan-Nya melaksanakan segala hal yang dikehendaki. Atau Pemilik Kerajaan.
Atau Pemilik Abadi segala Kedaulatan. Atau pun Pemilik Kerajaan Allah.

85. DZUL JALAALI wal IKROM - Yang memiliki sifat Kebesaran, Keagungan,
Kemuliaan, serta Kemurahan. Tuhan Segala Keagungan dan Kemurahan. Dia Lebih
Besar, Penuh Rahmah, dan Maha Pemurah.

86. AL-MUQSITHU - Yang Maha Adil dalam Hukum-Nya. Ilmu ekonomi juga berasal dari
Nama ini. Ekonomi Ilahi bersifat adil dan cermat.

87. AL-JAAMI'U - Yang dapat mengatur dan mengumpulkan segala sesuatu. Tuhan
mempersatukan segala sesuatu (yang beraneka segi) di dalam Diri-Nya.

88. AL-GHONIYYU - Yang tidak membutuhkan sesuatu apapun. Yang Maha Mandiri.
Sedemikian agung Kekayaan-Nya sehingga besarnya seluruh alam semesta ibarat
kepala peniti saja.

89. AL-MUGHNI - Yang dapat memberikan segala kebutuhan Makhluk dan Maha Kuasa
Memberikan Kekayaan kepada Hamba-Nya. Ia melimpahkannya kepada siapa saja
menurut Kehendak-Nya.

90. AL-MAANI'U - Yang dapat mencegah dan mempertahankan sesuatu. Pada akhirnya,
hanya Tuhan jualah yang mampu menahan sesuatu sehingga batal.

91. ADH-DHAARRU - Yang dapat mendatangkan bahaya dan memberikan kemelaratan.
Hanya Tuhan jualah yang mampu mengganggu atau menyusahkan Makhluk-Nya.

92. ANN-NAAFI'U - Yang dapat memberikan manfaat. Atau Yang Maha Menguntungkan.
Hanya Tuhan jualah yang mampu menolong atau menyembuhkan Makhluk-Nya.

93. AN-NURU - Yang memberi cahaya kepada segala sesuatu.
"Allah yang menerangi langit dan bumi." (Q24.35) Makhluk pertama ialah Nur Ruh
Muhammad, yang muncul dari Nur Ilahi Yang Purba. Itu berarti bahwa Rasul adalah
Makhluk yang terdekat pada Tuhan, dilihat dari sudut ontologis (hakikat hidup),
dan tidak hanya dari sudut temporal (berkenaan dengan waktu).

94. AL-HAADI - Yang memberi petunjuk. Tuhan dapat menuntun kita sepanjang jalan
yang lurus (atau benar).

95. AL-BADIE'U - Yang menciptakan alam semesta dalam bentuk yang indah yang
belum pernah dibuat oleh siapa pun. Atau Yang Tiada Bertara. Ia yang menimbulkan
segala sesuatu.

96. AL-BAQI - Yang Maha Kekal Wujud-Nya. Atau Maha Selamat. Atau Yang Maha
Tetap. Meskipun segala sesuatu akan habis, tetapi Ia takkan berkesudahan.

97. AL-WARITSU - Yang tetap ada setelah segala makhluk tiada. Atau Yang Maha
Waris. Pada saat segala sesuatu kembali kepada-Nya, Ia akan berada di tempat
untuk menerimanya.

98. AR-ROSYIDU - Yang Maha Pandai dan Bijaksana. Atau Yang Maha Penyuluh. Atau
Yang Maha Pemandu yang merintis Jalan yang Benar. Nama ini dikaruniakan kepada
segenap nabi, rasul, wali Allah, ahli hikmah, dan syekh yang patut dipercaya.

99. ASH-SHOBURU - Yang Maha Sabar. Tuhan adalah sumber segala Kesabaran. Banyak
Nama-Nya, namun Dia telah ridha mengungkapkan yang di atas kepada
Hamba-Hamba-Nya sebagai Nama-Nya yang paling berguna baginya.



"Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dia
mempunyai Al Asmaul Husna (nama-nama yang baik)." (Q.S At Thaaha 20:8)


Al-Asmaul Husna  - Studi Islam Al-Hilal


Senin, 14 Desember 2015

Dsign Logo

Dsign Grafis Karya Siswa Madrasah Aliyah Sabilurrosyad.. perlahan tapi pasti inilah salahsatu hasil karya terbaik dalam pembuatan dsign logo..


dan lihat juga karya Anak MA Sabilurrosyad yang lainnya. klik pada link dibawah ini:
http://kucingbiologi.blogspot.com/

Tata Cara Wudhu

SIFAT WUDHU’ NABI Shallallahu ‘alaihi wa Salam
 Secara syri’at wudhu’ ialah menggunakan air yang suci untuk mencuci anggota-anggota tertentu yang sudah diterangkan dan disyari’at kan Allah subhanahu wata’ala. Allah memerintahkan:
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak melakukan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan , kedua mata-kaki (Al-Maaidah:6).
Allah tidak akan menerima shalat seseorang sebelum ia berwudhu’ (HSR. Bukhari di Fathul Baari, I/206; Muslim, no.255 dan imam lainnya).
Rasulullah juga mengatakan bahwa wudhu’ merupakan kunci diterimanya shalat. (HSR. Abu Dawud, no. 60).
Utsman bin Affan ra berkata: “Barangsiapa berwudhu’ seperti yang dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, dan perjalanannya menuju masjid dan shalatnya sebagai tambahan pahala baginya” (HSR. Muslim, I/142, lihat Syarah Muslim, III/13).
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa menyempurnakan wudhu’nya, kemudian ia pergi mengerjakan shalat wajib bersama orang-orang dengan berjama’ah atau di masjid (berjama’ah), niscaya Allah mengampuni dosa-dosanya” (HSR. Muslim, I//44, lihatMukhtashar Shahih Muslim, no. 132).
Maka wajiblah bagi segenap kaum muslimin untuk mencontoh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam dalam segala hal, lebih-lebih dalam berwudhu’. Al-Hujjah kali ini memaparkan secara ringkas tentang tatacara wudhu’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam melakukan wudhu’:
1. Memulai wudhu’ dengan niat.
Niat artinya menyengaja dengan kesungguhan hati untuk mengerjakan wudhu’ karena melaksanakan perintah Allah subhanahu wata’ala dan mengikuti perintah Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa Salam.
Ibnu Taimiyah berkata: “Menurut kesepakatan para imam kaum muslimin, tempat niat itu di hati bukan lisan dalam semua masalah ibadah, baik bersuci, shalat, zakat, puasa, haji, memerdekakan budak, berjihad dan lainnya. Karena niat adalah kesengajaan dan kesungguhan dalam hati. (Majmu’atu ar-Rasaaili al-Kubra, I/243)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menerangkan bahwa segala perbuatan tergantung kepada niatnya, dan seseorang akan mendapatkan balasan menurut apa yang diniatkannya… (HSR. Bukhari dalam Fathul Baary, 1:9; Muslim, 6:48).

2. Tasmiyah (membaca bismillah)
Beliau memerintahkan membaca bismillah saat memulai wudhu’. Beliau bersabda:
Tidak sah/sempurna wudhu’ sesorang jika tidak menyebut nama Allah, (yakni bismillah) (HR. Ibnu Majah, 339; Tirmidzi, 26; Abu Dawud, 101. Hadits ini Shahih, lihat Shahih Jami’u ash-Shaghir, no. 744).
Abu Bakar, Hasan Al-Bashri dan Ishak bin Raahawaih mewajibkan membaca bismillah saat berwudhu’. Pendapat ini diikuti pula oleh Imam Ahmad, Ibnu Qudamah serta imam-imam yang lain, dengan berpegang pada hadits dari Anas tentang perintah Rasulullah untuk membaca bismillah saat berwudhu’. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Berwudhu’lah kalian dengan membaca bismillah!” (HSR. Bukhari, I: 236, Muslim, 8: 441 dan Nasa’i, no. 78)
Dengan ucapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam: ”Berwudhu’lah kalian dengan membaca bismillah” maka wajiblah tasmiyah itu. Adapun bagi orang yang lupa hendaknya dia membaca bismillah ketika dia ingat. Wallahu a’lam.

3. Mencuci kedua telapak tangan
Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam mencuci kedua telapak tangan saat berwudhu’ sebanyak tiga kali. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam juga membolehkan mengambil air dari bejancdengan telapak tangan lalu mencuci kedua telapak tangan itu. Tetapi Rasulullah melarang bagi orang yang bangan tidur mencelupkan tangannya ke dalam bejana kecuali setelah mencucinya. (HR. Bukhari-Muslim)

4. Berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung
Yaitu mengambil air sepenuh telapak tangan kanan lalu memasukkan air kedalam hidung dengan cara menghirupnya dengan sekali nafas sampai air itu masuk ke dalam hidung yang paling ujung, kemudian menyemburkannya dengan cara memencet hidung dengan tangan kiri. Beliau melakukan perbuatan ini dengan tiga kali cidukan air. (HR. Bukhari-Muslim. Abu Dawud no. 140)
Imam Nawawi berkata: “Dalam hadits ini ada penunjukkan yang jelas bagi pendapat yang shahih dan terpilih, yaitu bahwasanya berkumur dengan menghirup air ke hidung dari tiga cidukan dan setiap cidukan ia berkumur dan menghirup air ke hidung, adalah sunnah. (Syarah Muslim, 3/122).
Demikian pula Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menganjurkan untuk bersungguh-sungguh menghirup air ke hidung, kecuali dalam keadaan berpuasa, berdasarkan hadits Laqith bin Shabrah. (HR. Abu Dawud, no. 142; Tirmidzi, no. 38, Nasa’i )

5. Membasuh muka sambil menyela-nyela jenggot.
Yakni mengalirkan air keseluruh bagian muka. Batas muka itu adalah dari tumbuhnya rambut di kening sampai jenggot dan dagu, dan kedua pipi hingga pinggir telinga. Sedangkan Allah memerintahkan kita:
Dan basuhlah muka-muka kamu.” (Al-Maidah: 6)
Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Humran bin Abaan, bahwa cara Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam membasuh mukanya saat wudhu’ sebanyak tiga kali”. (HR Bukhari, I/48),Fathul Bari, I/259. no.159 dan Muslim I/14)
Setalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam membasuh mukanya beliau mengambil seciduk air lagi (di telapak tangan), kemudian dimasukkannya ke bawah dagunya, lalu ia menyela-nyela jenggotnya, dan beliau bersabda bahwa hal tersebut diperintahkan oleh Allah subhanahu wata’ala. (HR. Tirmidzi no.31, Abu Dawud, no. 145; Baihaqi, I/154 dan Hakim, I/149, Shahih Jaami’u ash-Shaghir no. 4572).
6. Membasuh kedua tangan sampai siku
Menyiram air pada tangan sampai membasahi kedua siku, Allah subhanahu wata’ala berfirman:
Dan bashlah tangan-tanganmu sampai siku” (Al-Maaidah: 6)
Rasulullah membasuh tangannya yang kanan sampai melewati sikunya, dilakukan tiga kali, dan yang kiri demikian pula, Rasulullah mengalirkan air dari sikunya (Bukhari-Muslim, HR. Daraquthni, I/15, Baihaqz, I/56)
Rasulullah juga menyarankan agar melebihkan basuhan air dari batas wudhu’ pada wajah, tangan dan kaki agar kecemerlangan bagian-bagian itu lebih panjang dan cemerlang pada hari kiamat (HR. Muslim I/149)
7. Mengusap kepada, telinga dan sorban
Mengusap kepala, haruslah dibedakan dengan mengusap dahi atau sebagian kepala. Sebab Allah subhanahu wata’ala memerintahkan:
Dan usaplah kepala-kepala kalian…” (Al-Maidah: 6).
Rasulullah mencontohkan tentang caranya mengusap kepala, yaitu dengan kedua telapak tangannya yang telah dibasahkan dengan air, lalu ia menjalankan kedua tangannya mulai dari bagian depan kepalanya ke belakangnya tengkuknya kemudian mengambalikan lagi ke depan kepalanya. (HSR. Bukhari, Muslim, no. 235 dan Tirmidzi no. 28 lih. Fathul Baari, I/251)
Setelah itu tanpa mengambil air baru Rasulullah langsung mengusap kedua telingannya. Dengan cara memasukkan jari telunjuk ke dalam telinga, kemudian ibu jari mengusap-usap kedua daun telinga. Karena Rasulullah bersabda: ”Dua telinga itu termasuk kepala.”(HSR. Tirmidzi, no. 37, Ibnu Majah, no. 442 dan 444, Abu Dawud no. 134 dan 135, Nasa’i no. 140)
Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ahadits adh-Dha’ifah, no. 995 mengatakan: “Tidak terdapat di dalam sunnah (hadits-hadits nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam) yang mewajibkan mengambil air baru untuk mengusap dua telinga. Keduanya diusap dengan sisa air dari mengusap kepala berdasarkan hadits Rubayyi’:
Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam mengusap kepalanya dengan air sisa yang ada di tangannya. (HR. Abu Dawud dan lainnya dengan sanad hasan)
Dalam mengusap kepala Rasulullah melakukannya satu kali, bukan dua kali dan bukan tiga kali. Berkata Ali bin Abi Thalib ra : “Aku melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam mengusap kepalanya satu kali. (lihat _Shahih Abu Dawud, no. 106). Kata Rubayyi bin Muawwidz: “Aku pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam berwudhu’, lalu ia mengusap kepalanya yaitu mengusap bagian depan dan belakang darinya, kedua pelipisnya, dan kedua telinganya satu kali.“ (HSR Tirmidzi, no. 34 dan Shahih Tirmidzi no. 31)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam juga mencontohkan bahwa bagi orang yang memakai sorban atau sepatu maka dibolehkan untuk tidak membukanya saat berwudhu’, cukup dengan menyapu diatasnya, (HSR. Bukhari dalam Fathul Baari I/266 dan selainnya) asal saja sorban dan sepatunya itu dipakai saat shalat, serta tidak bernajis.
Adapun peci/kopiah/songkok bukan termasuk sorban, sebagaimana dijelaskan oleh para Imam dan tidak boleh diusap diatasnya saat berwudhu’ seperti layaknya sorban. Alasannya karena:
  1. Peci/kopiah/songkok diluar kebiasaan dan juga tidak menutupi seluruh kepala.
  2. Tidak ada kesulitan bagi seseorang untuk melepaskannya.
Adapun Kerudung, jilbab bagi wanita, maka dibolehkan untuk mengusap diatasnya, karena ummu Salamah (salah satu isteri Nabi) pernah mengusap jilbabnya, hal ini disebutkan oleh Ibnu Mundzir. (Lihat al-Mughni, I/312 atau I/383-384).
8. Membasuh kedua kaki sampai kedua mata kaki
Allah subhanahu wata’ala berfirman: ”Dan basuhlah kaki-kakimu hingga dua mata kaki” (Al-Maidah: 6)
Rasulullah menyuruh umatnya agar berhati-hati dalam membasuh kaki, karena kaki yang tidak sempurna cara membasuhnya akan terkena ancaman neraka, sebagaimana beliau mengistilahkannya dengan tumit-tumit neraka. Beliau memerintahkan agar membasuh kaki sampai kena mata kaki bahkan beliau mencontohkan sampai membasahi betisnya. Beliau mendahulukan kaki kanan dibasuh hingga tiga kali kemudian kaki kiri juga demikian. Saat membasuh kaki Rasulullah menggosok-gosokan jari kelingkingnya pada sela-sela jari kaki.(HSR. Bukhari; Fathul Baari, I/232 dan Muslim, I/149, 3/128)
Imam Nawai di dalam Syarh Muslim berkata. “Maksud Imam Muslim berdalil dari hadits ini menunjukkan wajibnya membasuh kedua kaki, serta tidak cukup jika dengan cara mengusap saja.”
Sedangkan pendapat menyela-nyela jari kaki dengan jari kelingking tidak ada keterangan di dalam hadits. Ini hanyalah pendapat dari Imam Ghazali karena ia mengqiyaskannya dengan istinja’.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “…barangsiapa diantara kalian yang sanggup, maka hendaklahnya ia memanjangkan kecermerlangan muka, dua tangan dan kakinya.” (HSR. Muslim, 1/149 atau Syarah Shahih Muslim no. 246)
9. Tertib
Semua tatacara wudhu’ tersebut dilakukan dengan tertib (berurutan) muwalat (menyegerakan dengan basuhan berikutnya) dan disunahkan tayaamun (mendahulukan yang kanan atas yang kiri) [Bukhari-Muslim]
Dalam penggunaan air hendaknya secukupnya dan tidak berlebihan, sebab Rasulullah pernah mengerjakan dengan sekali basuhan, dua kali basuhan atau tiga kali basuhan [Bukhari]
10. Berdoa
Yakni membaca do’a yang diajarkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam:

“Asyahdu anlaa ilaa ha illalah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abdullahi wa rasuulahu. Allahummaj ‘alni minattawwabiina waja’alni minal mutathohhiriin (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah)
Dan ada beberapa bacaan lain yang diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam.
Semoga tulisan ini menjadi risalah dalam berwudhu’ yang benar serta merupakan pedoman kita sehari-hari.
Maraji’:
  1. Sifat Wudhu’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, Syaikh Fadh asy Syuwaib.
  2. At-Tadzkirah, Syaikh Ali Hasan al-Halabi al-Atsari

MTs Sabilurrosyad

MTs Sabilurrosyad
Profil MTs Sabilurrosyad

Edukasi Tata Surya part 1