Rabu, 09 Maret 2016

RUMUS EXCEL UJIAN PRAKTIKUM

Cara Mencari Jumlah  adalah =SUM(C3:G3)
Cara Mencari Rata – Rata adalah =AVERAGE(C3:G3)
Cara Mencari Nilai adalah =IF(I3>80,”A”,”B”)
Cara Mencari Nilai Maximum adalah =MAX(C3:G12)
Cara Mencari Nilai Minimum adalah =MIN(C3:G12)
UJIAN PRAKTIKUM MA SABILURROSYAD
SELAMAT BEKERJA.....!!!!!


HASIL KERJA DIKIRIM LEWAT EMAIL : riyadiabdullah@gmail.com
dengan format nama file nya NAMA_Kelas_Jurusan.xls

Rabu, 13 Januari 2016

BERAPA BESAR BOBOT SEBUAH DOA?




Seorang ibu kumuh dengan baju kumal, masuk ke dalam sebuah supermarket.
Dengan sangat terbata-bata dan dengan bahasa yang sopan ia memohon agar diperbolehkan mengutang. Ia memberitahukan bahwa suaminya sedang sakit dan sudah seminggu tidak bekerja. Ia memiliki tujuh anak yang sangat membutuhkan makan.
Pemilik supermarket, mengusir dia keluar.
Sambil terus menggambarkan situasi keluarganya, si ibu terus menceritakan tentang keluarganya." Tolonglah, Pak, Saya janji akan segera membayar setelah aku punya uang."
Si Pemilik Toko tetap tidak mengabulkan permohonan tersebut.
" Anda tidak mempunyai kartu kredit, anda tidak mempunyai garansi," alasannya.
Di dekat counter pembayaran, ada seorang pelanggan lain, yang dari awal mendengarkan percakapan tadi. Dia mendekati keduanya dan berkata: " Saya akan bayar semua yang diperlukan Ibu ini."
Karena malu, si pemilik toko akhirnya mengatakan, "
"Tidak perlu, Pak. Saya sendiri akan memberikannya dengan gratis.
Baiklah, apakah ibu membawa daftar belanja?"
" Ya, Pak. Ini," katanya sambil menunjukkan sesobek kertas kumal.
" Letakkanlah daftar belanja anda di dalam timbangan, dan saya akan memberikan gratis belanjaan anda sesuai dengan berat timbangan tersebut."

Dengan sangat ragu-ragu dan setengah putus asa, Si Ibu menundukkan kepala sebentar, menuliskan sesuatu pada kertas kumal tersebut, lalu dengan kepala tetap tertunduk,meletakkannya ke dalam timbangan. Mata Si pemilik toko terbelalak melihat jarum timbangan bergerak cepat ke bawah.
Ia menatap Pelanggan yang tadi menawarkan si ibu tadi sambil berucap kecil, "Aku tidak percaya pada yang aku lihat." 

Si pelanggan baik hati itu hanya tersenyum.Lalu, si ibu kumal tadi mengambil barang-barang yang diperlukan, dan disaksikan oleh pelanggan baik hati tadi, si Pemilik toko menaruh belanjaan tersebut pada sisi timbangan yang lain.
Jarum timbangan tidak kunjung berimbang, sehinggasi ibu terus mengambil barang-barang keperluannya dan sipemilik toko terus menumpuknya pada timbangan, hingga tidak muat lagi.
Si Pemilik toko merasa sangat jengkel dan tidak dapat berbuat apa-apa.Karena tidak tahan, Si pemilik toko diam-diam mengambil sobekan kertas daftar belanja si Ibu kumal tadi. Dan ia-pun terbelalak. Di atas kertas kumal itu tertulis sebuah doa pendek:
" Ya Allah Ya Tuhanku Rabbi, Hanya Engkau tahu apa yang hamba perlukan. Hamba menyerahkan segalanya ke dalam tanganMu." 

Si Pemilik Toko terdiam.
Si Ibu  berterimakasih kepadanya, dan meninggalkan toko dengan belanjaan gratisnya. Si pelanggan baik hati bahkan memberikan selembar uang kepadanya.

Si Pemilik Toko kemudian mencek dan menemukan bahwa timbangan yang dipakai tersebut ternyata rusak. Ternyata memang hanya Tuhan yang tahu bobot sebuah doa.


Formasi CPNS 2016 Pelamar Umum dan Honorer K2


Apakah Anda berencana ingin mendaftar menjadi CPNS dan ingin mengetahui informasi tentang formasi CPNS 2016? CPNS adalah salah satu program yang dilakukan oleh pemerintah untuk merekrut pegawai. CPNS ini merupakan bakal calon pegawai negeri yang akan bekerja di dalam sistem pemerintah. Dari kabar yang sudah ada, kemungkinan akan adanya kuota untuk pendaftaran CPNS sebanyak 230 ribu pendaftar. Jumlah ini 2 kali lebih banyak jika dibandingkan dengan umlah pendaftar CPNS tahun sebelumnya yang hanya 100 ribu pendaftar saja. Pendaftaran CPNS berdasarkan formasi CPNS 2016 ini dibagi menjadi 2 bagian yaitu pendaftar atau pelamar umum dan juga pendaftar honorer K2.
Berikut ini beberapa informasi formasi CPNS 2016 berdasarkan pendaftar honorer K2 yang bisa Anda ketahui :
1. Adanya jumlah pendaftar yang dibutuhkan dalam pendaftar honorer K2
Salah satu informasi yang bisa Anda dapatkan tentang formasi CPNS 2016pendaftar honorer K2 adalah adanya jumlah pendaftar yang dibutuhkan sebanyak 110 ribu pendaftar. Jumlah ini sekitar seperempat dari jumlah total seluruh pendaftar yang mencapai 230 ribu pendaftar CPNS. Bagi yang mendaftar sebagai pendaftar honorer K2 ini termasuk guru, tenaga kesehatan, dan juga tenaga teknik. Bagi siapa saja yang ingin mendaftarkan menjadi CPNS bisa melakukan dalam pendaftar honorer K2 ini.
2. Adanya jumlah tenaga honorer menjadi CPNS dalam 4 tahun kedepan
Beberapa informasi yang bisa Anda dapatkan dari formasi CPNS 2016 pendaftar honorer K2 adalah adanya jumlah tenaga yang diangkat menjadi CPNS dalam 4 tahun ke depan. Berdasarkan keputusan menteri dari dampak adanya demo, akan ada calon pendaftar dari golongan honorer K2 sebanyak 440 ribu pendaftar sampai dengan tahun 2019 nanti. Sehingga bagi yang belum lolos dalam tahun ini bisa mencoba di tahun depan karena masih adanya kuota yang dibeikan setiap tahunnya. Kuota 440 ribu orang tersebut sangatlah banyak. Sehingga jika seseorang yang tidak bisa mengikuti tahun ini, bisa mengikuti tahun berikutnya sampai nanti paling akhir tahun 2019 untuk bisa medaftarkan diri menjadi calon CPNS.
3. Adanya prioritas yang diangkat menjadi CPNS
Tidak hanya asal saja mengikuti tes CPNS ini, namun ada syaratnya. Pihak panitia akan menentukan siapa yang berhak dan adanya prioritas bagi peserta yang mengikuti tes CPNS. Sehingga jika dilakukan hal ini, akan benar-benar bisa membuat semuanya merasakan adil. Sehingga setiap yang diprioritaskan mengetahui kapan akan mengikuti tes CPNS tersebut sesuai dengan keputusan yang telah dibuat.
Selain itu juga ada beberapa informasi formasi CPNS 2016 dari jalur pelamar umum yang bisa Anda ketahui :
1. Adanya kuota untuk pelamar umum
Salah satu informasi tentang formasi CPNS 2016 dari jalur pelamar umum yang bisa Anda ketahui adalah adanya kuota sebanyak 120 ribu bagi pelamar umum. Kuota ini jumlah sebagian dari total kuota sebanyak 230 ribu dari jumlah pendaftar CPNS setiap tahunnya. Setiap pelamar tentunya sangat mengharapkan adanya tes CPNS di tahun 2016 untuk bisa diangkat menjadi pegawai negeri. Pelaksanaan tes CPNS bisa dimulai dari bulan Maret 2016. Perhatikan dan cari informasi sebanyak mungkin agar tidak terlewatkan dan juga tidak ketinggalan mendaftar sebagai calaon CPNS. Karena tahun 2015 belum mengikuti tes CPNS yang sudah dilakukan sebelumnya.
2. Pelaksanaan tes CPNS menggunakan sistem CAT (Computer Assisted Test)
Informasi yang bisa Anda dapatkan kembali dalam formasi CPNS 2016 pelamar umum adalah pelaksanaan tes CPNS menggunakan sistem CAT (Computer Assisted Test). Sehingga Anda akan mengikuti tes CPNS menggunakan sistem yang berbasis komputer. Anda harus bisa melakukan strategi untuk bisa lolos dalam tes CPNS ini. Karena dari tahun ke tahun soal yang diujikan semakin sulit. Pembuatan soal yang lebih sulit ini memiliki tujuan agar mendapatkan calon pegawai yang memiliki kemampuan diatas rata-rata. Sehingga nantinya bisa menjalankan tugas dan pekerjaan yang diembannya dengan baik. Anda bisa lolos dalam tes CAT ini dengan syarat bisa mencapai passing grade yang ditentukan. Namun Anda harus memiliki penilaian yang tinggi agar bisa masuk dalam perangkingan yang baik dari total peserta CPNS yang mengikuti tes CAT.

Sumber  copas dari : http://wikipns.com/formasi-cpns-2016-pelamar-umum-dan-honorer-k2/

Senin, 11 Januari 2016

Bete? Ngaji Aja!


 Buat kamu yang lagi bete, rasanya emang nggak enak ati ye. Bawaannya uring-uringan mulu, kepala nyut-nyutan, hilang mood deh. Terus sebel juga pas ngeliat wajah-wajah yang kita nggak sukai. Phew, pokoknya kalo lagi bete rasanya hilang semangat tuh. Lemes! Mau ngapa-ngapain juga bawaannya males. 
Sobat muda muslim, kalo kita kena sindrombete, itu karena kita kehilangan sesuatu yang bisa bikin kita seneng ati. Mungkin perlu ditanyain sama diri kamu sendiri, kira-kira apa yang bikin kamu bete. Mungkin tentang teman yang marahan sama kamu. Bisa juga bejibunnya tugas-tugas sekolah yang kayaknya kagak ada abisnya. Suasana rumah yang berantakan; bukan cuma berantakan kondisi fisiknya, tapi juga amburadul suasana hati para penghuninya. Ortu bawaannya ma-rah-marah mulu, adik rewel aja. Pusing! 
Eh, bisa juga bikin bete kalo kamu nggak ada kegiatan di luar rumah. Ngadem di rumah mulu bisa bikin boring. Apalagi seharian nggak ada kawan yang nyapa. Wuih, dunia rasanya sempit bin sumpek, dan kita merasa satu-satunya penghuni yang jadi korban. Walah? 
Kegiatan kamu yang itu-itu aja dan bertemu dengan kawan-kawanmu yang tam-pangnya udah sering kita kenal adakalanya bisa bikin bete, lho. Tentu, jika kegiatan itu nggak bikin kamu merasa tertantang untuk membuatnya lebih seru dan dinamis. Sama bikin bosennya kalo ketemu temen-temen kita yang udah kita apal banget, tapi dengan kualitas pertemuan nggak meningkat. Setiap ketemu cuma ditanyain hal-hal yang formal doang. Nggak pernah basa-basi nanya kabar kamu; kondisi fisik dan mental, keluarga, dan juga tentang kegiatan dirimu hari ini, misalnya. 
Yup, gimana pun juga, kita butuh teman dan orang yang bisa memberikan warna dalam hidup kita supaya kita nggak cepet boring bin bete dalam ngejalanin hidup ini. Ada yang bisa memberikan sentuhan-sentuhan untuk pikiran dan perasan kita dengan beragam informasi en kegiatan yang menyenangkan. Tul nggak? 
Nah sobat muda muslim, jika kamu udah mulai merasa bete karena alasan-alasan tadi, dan mungkin juga alasan lainnya yang kebetulan belum sempat diungkap di sini, bolehlah coba untuk ikutan ngaji aja. 
Ngaji? Nggak salah neh? Bukankah malah tambah bikin bete tuh kegiatan? Ah, nggak usah ngambek en nepsong dulu deh. Mendingan cobain aja. Nggak rugi kok kalo kamu aktif ngaji. Malah bisa bikin enak ati. Karena kita dibimbing untuk ngerti tujuan hidup kita. Lagian, selama ini belum ada tuh anak ngaji yang bawaannya sutris melulu. Kalo pun ada, biasanya tuh bocah sulit nyetel dengan komunitas anak ngaji. Kenapa sulit nyetel? Bisa aja niat gabungnya nggak mantep. Jadi masih angin-anginan. Betul? 
Oke deh, mungkin ada yang bertanya, kenapa dengan ngaji bisa bikin nggak bete? Emang apa aja sih keuntungan kalo kita ngaji? Ini jawabannya: 
Mengajarkan makna hidup 
Sobat muda mus-lim, hidup dapat didefinisikan dari dua aspek. Per-tama, aspek bi-ologis dan kedua, aspek sosiologis. Dari aspek bio-logis, hidup (al hayah) seperti di-ungkapkan oleh Ghanim Abduh da-lam Naqdhul Isytirakiyah al-Marksiyah (Kritik terhadap Sosialis-Marxis) adalah sesuatu yang maujud (ada) dalam makhluk hidup (asy-syai'u al-qaa'im fi al- ka'ini al-hayyi). 
Dalam pengertian ini, hidup dipahami sebagai esensi alias intisari yang membuat sesuatu menjadi hidup, yang membedakannya dengan benda-benda mati, baik benda itu  benda mati secara asli;  kayak batu, maupun benda mati dalam arti benda yang sebelumnya berasal dari benda hidup, seperti kayu. Nah lho, moga kamu nggak bingung. Hehehe.. 
Hidup, dengan demikian, nampak dan eksis dengan berbagai tanda-tandanya, seperti kebutuhan akan nutrisi, gerak, peka terhadap rangsangan, pertumbuhan, dan perkembang-biakan. Lawan dari hidup dalam pengertian biologis ini, adalah mati. Yakni tiadanya atau hilangnya tanda-tanda kehidupan pada sesuatu. Maka, batu adalah benda mati karena tak ada satu pun tanda-tanda kehidupan padanya. Demikian pula seseorang yang telah membujur kaku di kamar jenazah disebut telah mati, karena telah hilang darinya tanda-tanda kehidupan yang semula dimilikinya. Nah, yang lagi baca ini, masih hidup kan? Gubrakzz..! 
Oya, kalo tadi secara biologis, sekarang berdasarkan sosiologis, yakni hidup berkaitan erat dengan segala perbuatan manusia yang terwujud dalam seluruh interaksi yang dilakukannya. Dengan pandangan yang demikian, hidup berarti menyangkut seluruh aktivitas manusia dalam berbagai macam interaksinya satu sama lain. Ketika manusia melakukan aktivitasnya dalam bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, pendidikan, dan lain-lain, berarti dia telah melakukan interaksi dengan manusia lainnya. Artinya, dia telah menjalani atau "mengisi" hidupnya. 
Pertanyaannya, untuk apa sih kita hidup? Kalo kita ngaji, nanti bakalan diajarkan tentang keberadaan kita di dunia ini. Dari mana kita berasal, untuk apa kita hidup dunia, dan akan kemana kita setelah kehidupan dunia ini. Kalo ditanya begini, kamu jangan ngeles dengan ngasih jawaban kayak lagu lawas ini: "Jangan dita-nya, kemana aku pergi.." Hehehe (maksain banget nggak seh?) 
Sobat muda muslim, kayaknya kita kudu mulai serius mikirin soal hidup ini. Tapi juga nggak perlu tegang banget. Soal hidup ini, Allah Swt. berfirman: "Hai manusia sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa." (QS al-Baqarah [2] : 21) 
Nah, kalo kita nggak ngaji atau ogah belajar, nggak bakalan tahu tentang makna hidup ini. Itu sebabnya, kalo kita udah tahu bahwa kita adalah makhluk Allah dan diminta untuk menyembah-Nya sekaligus bertakwa, maka dijamin kita nggak bakalan bete dalam hidup ini. Sesulit apapun kehidupan yang kita jalani, kita bakalan menikmatinya dengan penuh kesabaran dan tawakal kepada Allah. Insya Allah tidak akan pernah merasa bete. 
Memberikan ketenangan 
Suer, ini bukan sulap bukan sihir. Kalo kamu ikut ngaji, insya Allah hati jadi tenang. Kok bisa sih? Begini sobat, komunitas anak ngaji itu bisa membantu kita menghindari risiko-risiko gaul yang nggak sehat. Kalo kita gabung di sana, kita dianggap sebagai mitra dan akan saling ngingetin kalo kita berbuat lalai dan maksiat. Maklumlah manusia, meski udah tahu seluk-beluk dalil dan hukum syara', ada aja lupa en teledornya. 
Itu sebabnya, komunitas anak ngaji insya Allah akan memberikan bantuan pertama kalo kita berbuat salah. Mereka yang akan mengingatkan kita dan senantiasa menjalin persahabatan. Ikatan persahabatannya kuat karena dilandasi akidah islamiyah. 
Komunitas anak ngaji memungkinkan kita kagak nyeleweng dari ajaran Islam. Aktivitas seks bebas dijauhi, dengan narkoba nggak bakalan coba-coba, termasuk malu berbuat kriminal. Dalam komunitas ini, kamu pun bisa menjalin hubungan baik dengan guru agama, dengan kakak pembina pengajian, dengan teman sebaya, keluarga, bahkan dengan kawan yang bukan berasal dari sekolah kita. Kawan kita jadi banyak dan tentunya dipenuhi dengan semangat kebersamaan dalam Islam. Asyik bukan? Coba, gimana nggak tenang hidup ini. 
Menumbuhkan kreativitas 
Kalo udah kreatif, insya Allah nggak bakalan bete deh. Nah, dengan gabung di komunitas anak ngaji, kita bakalan bisa mengukur dan menilai peran apa yang bisa kita berikan untuk komunitas ini. Kita bisa ikut berpar-tisipasi dalam aktivitas-aktivitas penuh arti dan memainkan peran penting. Percaya atau tidak, sambil jalan kamu bakalan bisa ambil hik-mahnya. Salah satunya, bisa mempelajari dan mempraktikkan cara-cara menyelesaikan masalah, mengambil keputusan, dan menentukan sasaran hidup. 
Bener lho, bergaul bersama dengan komunitas anak ngaji dan ikut serta dalam beragam kegiatan yang digelar, bikin kita bisa lebih kreatif mengatasi persoalan hidup. Maklumlah, yang namanya ngurus kegiatan itu berarti rela mencurahkan segala upaya kita untuk maju bersama. Di sinilah kreativitas akan tumbuh. Bahkan bisa lebih mendewasakan kita dalam bersikap. Nggak percaya? Ayo gabung dengan komunitas anak ngaji! Insys Allah nggak bakalan nyesel. Pasti! 
Memupuk jiwa sosial 
Boleh percaya boleh tidak. Tapi kali ini kamu kudu percaya. Hehehe.. maksa banget ya? Begini sobat, dengan ikutan ngaji dan punya club anak ngaji, jiwa sosial kamu pun bisa terpupuk dengan baik. Di antaranya, menguta-makan dan melayani orang lain. 
Islam mengajarkan untuk saling menolong dalam kebaikan. Menolong teman yang sedang dalam kesusahan adalah tanggung jawab kita dan itu perbuatan yang mulia. Keberadaan orang lain di sekitar kita jangan dianggap sebagai bilangan doang, tapi juga kudu diper-hitungkan. Kalo mereka membutuhkan uluran kita, ya kita kudu peduli. Sabda Rasulullah saw.: "Barangsiapa yang melapangkan suatu kesulitan di dunia bagi seorang mukmin, maka Allah pasti akan melapangkan baginya suatu kesulitan di hari Kiamat." (HR Muslim) 
Nah, dengan terpupuknya jiwa sosial kita, insya Allah kita nggak bakalan lagi merasa bete kalo kita sedang dalam keadaan susah. Dengan menengok ke kalangan bawah, ternyata kita masih bisa makan dan minum dengan layak ketimbang mereka. Itu arti-nya, nggak adil kalo kita ma-sih bete dengan berkeluh kesah soal hidup. Bahkan se-baliknya, kita akan me-nolong mereka yang kondisinya lebih bu-ruk dari kita. Jadi, kalo kita nggak ngaji, mana tahu soal ini.
Memantapkan stabilitas 
Sobat muda muslim, kalo kita ngaji dan bergabung dengan genk anak ngaji, bisa membuat hidup kita stabil. Harus kita akui bahwa se-panjang hidup kita, banyak hal bakal berubah. Kamu akan lulus sekolah, mungkin juga pergi meninggalkan rumah untuk kos di tempat kuliahmu nanti, atau mungkin bekerja. Belum lagi kalo terus berpindah-pindah tempat tinggal dan bekerja di lebih satu tempat, kita akan banyak menemukan yang serba baru. 
Kondisi seperti ini, seringkali bikin bete kan? Mungkin kudu memulai lagi dari awal untuk menata pergaulan dengan lingkungan sekitar. Butuh waktu yang nggak sebentar euy. Tapi yakinlah, kalo kamu gabung dengan komunitas anak ngaji, dan ikut kajian di sana, kamu bakalan nggak bete. Kenapa?
Karena di mana pun kamu berada bakalan ketemu orang-orang yang menganut nilai-nilai yang sama dan berjuang untuk tujuan yang sama. Ini akan membuat kita punya motivasi yang tak ada habisnya sepanjang hidup kita. Di mana pun dan kapan pun. Insya Allah stabil, aman, dan terkendali. 
Oke deh, semoga beberapa keuntungan ngaji dan gabung dengan komunitas anak ngaji ini bisa membuatmu kagak bete lagi. Sebaliknya, kita songsong kehidupan masa depan yang lebih baik. Apalagi jika tujuan kita selama ngaji tercapai, yakni ingin melanjutkan kembali kehidupan Islam di bawah naungan Khilafah Islamiyah. Wuih, senengnya bisa ikutan ber-juang. Jadi, ngaji yuk! Heu.euh! [solihin] 



Minggu, 10 Januari 2016

Teganya Suamiku


Astagfirullah 
Astagfirullah
Astagfirullah
Pilu hati ini bila mendengar takdir seperti ini status yg aku takut2ti slama ini menjadi J***A kini tlah benar2 menjadi kenyataan bangunkan akk dari mimpi buruk ini ya allah...
Sangat2 akk hormati dengan semua keputusan hidup seperti ini ya allah walaupun berat kasih akk kekuatan ya allah..
Apakah ini balasan yg akk trima dari seorang suami yg akk cintai taati selama kurang lebih 7tahun lamanya....
Dilepaskan seperti melepaskan hewan yg telah lama dikurung dalam sangkar yg sempit yg slama ini ada untuk ny menemani suka maupun duka nya sakit maupun sehat nya setelah ia bosan dibuang begitu saja meninggalkan kku disini sendiri...
Setelah akk diijap kabul kan dengan mu akk tlah berjanji akan menemani mu ada ataupun tiadanya engkau nanti dan sebaliknya kw juga seperti itu berjanji tetapi kenapa kw ingkari..
Sering akk rasai kekerasan lahir maupun batin dari mu tpi akk tak pernah mengeluh akk terima semua it kurang apa akk,,
Lama sudah menahan rasa sakit yg cuma akk mengetahui apa yg sebenarnya terjadi dlam kemelut rumah tangga kku yg orang2 diluar sana menganggap nya akk senang bahagia bergelimangan harta mempunyai suami berstatus warga negara asing,akk slalu mengaminkan semua itu padahal semua itu kosong tpi demi suami kku tutupi semua it dn lagipula it kewajipan kku sebagai seorang istri menutup aib suami ...
Akk slalu berusaha buat tegar menerima sejuta kekurangan mu dari menikah sampai detik kemarin...
Tapi yg selalu akk dapat dari mu kekerasan hinaan cacian makian karna dimata mu mungkin akk cuma sekedar perwmpuan kampung yg mudah dan bisa dibohongi atau pun diperbodohkan.
Dari awal pernikahan kw sudah banyak menyimpan kebohongan ternyata akk bukan lh istri yg pertama melainkan yg kebeberapa walaupun semuanya sudah status bercerai tapi akk ihklas menerimanya,,
saat it akk merasa berhenti sejenak dan berfikir mungkin sudah takdir kku harus ihklas menerima semua kenyataan pahit it walaupun hati ini memberontak dan tk terima dgn semua ujian it.
Akk hanya bisa bicara ya allah kuatkan akk..

Dulu waktu kita baru menikah 2 tahun usia pernikahan kita memutuskan mengadopsi anak dan sama2 buat menjaganya membesarkannya merawatnya mendidiknya karna akk pikir dengan kita mengadopsi anak kehidupan akan berubah dan kita bakal diberi momongan sendiri walaupun it mustahil karna memang kw tk bisa memberiku ank.
Akk mengerti dan memahami kondisi mu it yg tidak bisa memiliki dan memberiku ank walaupun sebenarnya akk ingin seperti mereka menjadi ibu dan memiliki ank dri rahim nya sendiri tpi it tidak membuat kku putus asa buat trus membangun rmh tangga yg sudah lama kita bina...
,,
Hari demi hari kita merawat ank ini sma2 dn sampai akhirnya akk harus rela mengurusnya sendiri tanpa ada bantuan siapapun karna kw harus kerja yg memakan lamanya waktu berbulan2 dilaut..
Sehingga kebanyakan akk yg membesarkan ank sendiri berjuang sendiri saat kw jauh dari kami walaupun akk fahamkan materi sngat kw batasi tpi akk bisa dan berusaha tetap ihklas dan nerima kekurangan it dari mu wahai suami karna akk mencintai mu ihklas.
Walaupun akk menikah dengan mu tak banyak kebahagian yg kw berikan kepadaku akk tetap mencintai mu karna itu janji kku dulu mencintaimu sampai akhir hayat kku.
Disaat kw jatuh waktu it sakit terkulai tk berdaya dan tak tau lagi harus berbuat apa untuk menyambung hidup akk tetap setia disamping mu wahai suami kku akk tak pernah jauh dri mu,,,
Tapi mengapa setelah bertahun2 lamanya akk menunggu setia di sampingmu menanti keajaiban tiba datang supaya kita bisa berkumpul lagi tapi yg akk dapat apa kw campahkan akk dan ank kita yg masih sangat sangat memerlukan seorang sosok ayah disampingnya dan apalagi akk yg sangat begitu mencintai kw semudah itu kw meninggal kan dan melayangkan kata2 perceraian dalam rumah tangga kita.dwngan alasan tak masuk akal 

dimana hati nurani mu meninggal kan anak dan istri mu yg tlah lama setia mendampingimu.
Bukan kah kw telah berjanji akan menjadi ayah yg terbaik buat ank yg kita sepakati mengadopsinya beberapa tahun yang lalu mengapa kw sekejam it meninggalkanya.
Kw boleh menyakiti akk menelantarkan akk tapi kw tak boleh mengingkari janji mu kepada ank yatim piatu yg sekarang hidup setia dengan ku,dia tidak tau apa2 apa yg harus akk jawab kalau kelak dia besar dan dia merinti bertanya dimana ayah kku siapa ayah ku kemana dia dan kenapa dia pergi.
Dlm usianya yg baru menginjak 5 tahun saja dia slalu bertanya dimana ayahnya kenapa tidak pernah pulang kenapa lama sekali perginya kapan pulang dady momy akk hanya bisa menjawab nanti pasti dady pulang nak.
Tapi kali ini akk bingung harus menjawab apa karna kw benar2 pergi meninggal kan kami tanpa jejak.
Akk drop saat it akk bingung apa yg harus akk lakukan kemana akk harus menopang hidup kemana akk harus kemana sedangkan akk mempunyai tanggung jwb yg sangat besar yaitu membesarkan ank ini seorang diri 

Hari demi hari akk lalui sendiri belajar buat melupakan mu dan berdiri sendiri membesarkan ank yg seharusnya menjadi tanggung jwb kita berdua,
Akk tak boleh terpuruk terlalu lama siapa yg akn membantu kku ank kku akk tk pernah mau meminta belas kasihan orang untk menampung hidup kku selagi akk bisa usaha akk akan usaha sendiri masih banyak jalan halal yg bisa menolong akk buat bertahan hidup,
Semoga diamanapun kw berada dibukakan pintu hati mu agar tk memperlakukan wanita semena2 sperti yg kualami saat ini walaupun akk tau akk wanita kesekian kalinya kw perlakukan seperti ini.akk harap akk lah yg pertama dan terakhir kw lukai.

Disini akk akn selalu mendoakan yg terbaik untuk kehidupan kw nantinya akk akan mencoba ihklas memaafkan semua kesalahan yg telah kw perbuat kepada kami...

Maaf mungkin ini tak pantas tapi keadaan yg memaksa kku
akk berbagi di sosmed bkn ada niat buat melecehkan atau papun it tpi akk ingin berbagi keteman2 dekat kku yg slalu bertanya kenapa ada apa dn mengapa dgn rmh tangga mu inilah sedikit kisah yg terjadi ...

Sabtu, 09 Januari 2016

Bersyukur

Hari-hari  terakhir pekerjaan kantor sangat melelahkan. Tidak ada waktu
untuk 'memanjakan' diri sendiri.
Bahkan saat akan  beristirahat pun, segala masalah dan tugas dalam
Pekerjaan  selalu menghantui pikiran.
Pagi ini, hari Senin, aku datang ke  kantor dengan semangat yang sedikit
lebih baik, setelah pada akhir  pekan aku sempat untuk beristirahat. Saat
kumasuki ruangan kerjaku,  telpon berdering. Aku angkat dan terdengar
teriak  dari  ujung telpon. "Keruangan saya sekarang".
Wah ada apa ini ?  Pagi-pagi boss sudah marah-marah.
"Bagaimana ini? Kerja ngak pernah  beres. Saya harus presentasi hari ini,
bahan yang kamu sediakan  sama sekali tidak berguna. Buang-buang waktu
saya saja."
Aku hanya terdiam, dalam hati aku sangat muak dan sebal  mendengarnya.
Minggu yang lalu, aku sudah ingatkan. Bahwa  bahan presentasi yang beliau
minta
tidak akan mungkin dapat di selesaikan. Waktunya terlalu singkat.
Sedangkan materinya sangat banyak. Saya usulkan untuk menggunakan
presentasi
yang  sudah ada, dengan pembaharuan sedikit." Tapi bossku tetap memaksa
  untuk membuat bahan presentasi yang baru. Dengan bijaksana dia
berargumen.
"Ya sudah kamu persiapkan semampu kamu. Nanti saya akan  bantu".
Sebenarnya saya sudah tahu, ini lagu lama, nanti pada  akhirnya dia tidak
akan membantu sama sekali dan ujung-ujung dia  akan marah-marah, seperti
saat ini. Sebenarnya kalau mau  jujur. Saya bisa saja menyelesaikan
presentasi
tersebut kalau mau  mencurahkan lebih banyak waktu untuk mengerjakannya.
Tapi, terus  terang saya sudah malas dengan segala keinginan boss-ku.
Nyaris setiap hari aku pulang larut malam. Pergi pagi pulang malam. Dari
Senin
sampai Sabtu. Dan segala pekerjaanku tidak pernah di hargai  leh nya.
Jadi aku pikir "masa bodoh dengan segala pekerjaan  kantor. Aku sudah cape.
Terserah deh, nanti jadinya apa. Gua kaga  peduli". Jadi Sabtu kemarin
aku habis kan waktu dengan tidur  seharian. Membaca buku, menonton
televise,
dengar kaset. Laptop  yang tegeletak di atas meja tidak aku sentuh
sedikit pun. "Masa  bodoh" pikirku.
Boss ku masih saja mengoceh di  depanku. Aku berpura-pura tertunduk dan
menyesali segala  kesalahanku. Padahal dalam hati, aku masa bodoh, setiap
perkataannya tidak ada satu pun yang hinggap di dalam pikiran. Masuk
kiri keluar kanan. Setelah 15 menit akhirnya keluar juga perkataan  yang
aku tunggu-tunggu.
"Ya sudah. Keluar  kamu."
Aku kembali keruangan. Duduk. Kunyalakan computer,  seolah-olah hari ini
tidak ada apa-apa. Waktu berlalu dengan cepat.  Tak terasa sudah jam 12.
Saatnya makan siang. Langsung saja ku buka  bekal yang aku bawa dari
rumah. Dengan tergesa-gesa kusantap  setiap sandok makan siangku. Hari ini
aku
harus jalan lagi  keluar kantor. Menemui kantor yang mengeluh atas jasa
layanan
yang  perusahaan kami berikan. Sambil makan aku mulai berpikir "Wah
cape  kerja di sini mah. Bossnya ngak punya otak. Emang gua apaan, robot?
superman ? Masa bodo ah, sekarang sih gua kerjain yang gua mau aja.  Masa
bodo dengan boss. Mau ini kek mau itu kek, itu sih urusan dia  sendiri.
Gua kagak mau peduli."
Sendok  terakhir telah masuk ke dalam perut. Wah, kenyang juga. Kubenahi
segala dokumen yang di butuhkan dan segera kelaur kantor mencari taxi.
Sudah 5 menit aku menunggu, akhirnya taxi yang kutunggu datang  juga.
"Daerah kota pak" Seruku pada supir taxi.
  "Kotanya di mana pak?", Dia menimpali.
"Wah, namanya apa yah ?" aku  sendiri tidak begitu ingat. "Nanti saya
tunjukkan jalannya kalau  sudah sampai di sana"
"Baik Pak".
Suasana hening.  Tidak beberapa lama pak supir berkata, "Tadi orang yang
pakai taxi  ini sebelum Bapak, naik dari Taman Anggrek". Dekat amat
pikirku. Kantor ku ada di daerah Citraland. "Kok mau sih pak?" ucapku.
  "Wah tidak baik menolak rejeki. Kalau Tuhan sudah kasih berkat,  masa
kita tolak", ujarnya dengan logat batak yang masih  terasa.
"Kalo supir lain sih pasti nolak. Kalau saya, ngak masalah,  dekat atau
jauh toh berkat dari Tuhan.",
"Wah, berfilsafat dia.", pikirku.
"Tapi sebenarnya untung juga sih kalau  nariknya deket. Tadi saja saya di
kasih uang 10.000. padahal  argonya ngak sampe 5 rebu. Saya senang juga.
Tapi sebenernya saya ngak tega kalo mesti nolak. Dia kan pasti mau
  buru-buru. Bagaimana rasanya, sesudah duduk, eh malah saya tolak. Sakit
  hati kan".
"Iya juga yah", pikirku. Suasana hening  kembali. Kuperhatikan wajahnya
dari kaca mobil.  Keliahatannya ceria, tidak seperti sopir-sopir taxi yang
lain. Yang rata-rata wajahnya cemberut.
"Bapak sudah lama jadi sopir  taxi", Tanyaku memecah keheningan.
"Baru empat tahun Pak."
"Sebelumnya kerja di mana ?"
"Dulu saya kerja di  perhotelan."
"Kerja di bagian apa Pak ?"
"Manager  operasioanl".
Hah ? Tidak salah dengar ? Manager ? ngak mungkin  ah..
"Anak buahnya banyak pak ?", tanyaku sedikit  menyelidik.
"Ada sekitar 100 orang".
"Terus, koq  sekarang malah jadi sopir taxi"
"Wah, panjang ceritanya  Pak."
"Oh.", gumanku dan tidak bertanya lebih lanjut, kelihatannya  ada
kenangan pahit yang dia alami.
"Biasalah pak  korban kena sikut", ujarnya meneruskan, "Padahal dia teman
baik  saya. Tidak menyangka dia akan berbuat seperti itu.
"Tapi buat saya  itu ngak masalah. Saya percaya Tuhan pasti akan tetap
pelihara  saya. Buktinya saya langsung bisa dapat pekerjaan lagi.
Walaupun tidak sehebat seperti dahulu. Yah, sudah cukup lah, untuk
kebutuhan
  sehari-hari".
"Kenapa Bapak tidak mencoba melamar di hotel lain  ?"
"Nama saya sudah rusak Pak."
"Pasti karena di  fitnah oleh teman baiknya itu", pikir ku. Kuperhatikan
lagi wajahnya. Tetap ceria seperti tadi. Tidak nampak terbeban.
"Lebih  enak jadi sopir atau kerja seperti dulu Pak ?", tanyaku.
"Wah, enak  atau enggak tergantung hati kita Pak. Pokoknya kita mesti
sadar, bahwa apa yang kita punya saat ini, Tuhan yang memberi. Mengucap
syukur
senantiasa. Sukacita bukan datang dari luar, tapi dari dalam  diri
kita. Jadi kalau di tanya lebih enak mana, dulu atau  sekarang.
Jawabannya yah: dua-duanya. Mau jadi apa aja ngak  masalah, yang penting
ada rasa
syukur, pasti sukacita itu datang  dengan sendirinya."
Wah, jadi malu aku. Aku yang sejak kecil di  didik dalam keluarga
percaya, masih mengeluh kan pekerjaan yang  saya terima. Padalah kalau di
bandingkan dengan sopir taxi,  pekerjaan saya jauh lebih enak. Dengan
penghasilan
yang lebih  tinggi tentunya. Tapi, dasar ! Ngak ada ucapan syukurnya.
Teringat
kembali ayat yang berkata "Lakukanlah segala sesuatu seperti  kita
melakukan
untuk Tuhan".

Hmmm,  hari ini aku di sadarkan kan oleh seorang supir taxi. Hari ini aku
di kuatkan kembali untuk selalu bersyukur dalam segala hal dan  melakukan
semua selayaknya kita bekerja bagi Tuhan.

Manfaat surah Yassin


RASULULLAH s.a.w telah bersabda yang bermaksud: "Bacalah surah Yassin
karena ia mengandung keberkatan", yaitu:

1. Apabila orang lapar membaca surah Yassin, ia boleh menjadi kenyang.
2. Jika orang tiada pakaian boleh mendapat pakaian.
3. Jika orang belum berkawin akan mendapat jodoh.
4. Jika dalam ketakutan boleh hilang perasaan takut.
5. Jika terpenjara akan dibebaskan.
6. Jika musafir membacanya, akan mendapat kesenangan apa yang dilihatnya.
7. Jika tersesat boleh sampai ke tempat yang ditujuinya.
8. Jika dibacakan kepada orang yang telah meninggal dunia, Allah meringankan siksanya.
9. Jika orang yang dahaga membacanya, hilang rasa hausnya.
10. Jika dibacakan kepada orang yang sakit, terhindar dari pada penyakitnya.
11. Rasulullah s.a.w bersabda: "Sesungguhnya setiap sesuatu mempunyai hati
dan hati al-Quran itu ialah Yassin. Barang siapa membaca surah Yassin,
niscaya Allah menuliskan pahalanya seperti pahala membaca al-Quran sebanyak 10 kali.
12. Sabda Rasulullah s.a.w lagi, "Apabila datang ajal orang yang suka
membaca surah Yassin pada setiap hari, turunlah beberapa malaikat
berbaris bersama Malaikat Maut. Mereka berdoa dan meminta dosanya
diampunkan Allah, menyaksikan ketika mayatnya dimandikan dan turut
menyembahyangkan jenazahnya".
13. Malaikat Maut tidak mahu memaksa mencabut nyawa orang yang suka
membaca Yassin sehingga datang Malaikat Redwan dari syurga membawa
minuman untuknya. Ketika dia meminumnya alangkah nikmat perasaannya
dan dimasukkan ke dalam kubur dengan rasa bahagia dan tidak merasa
sakit ketika nyawanya diambil.
14. Rasulullah s.a.w bersabda selanjutnya: "Sesiapa bersembahyang
sunat dua rakaat pada malam Jumaat, dibaca pada rakaat pertama surah
Yassin dan rakaat kedua Tabaroka, Allah jadikan setiap huruf cahaya
dihadapannya pada hari kemudian dan dia akan menerima suratan amalannya
ditangan kanan dan diberi kesempatan membela 70 orang daripada ahli
rumahnya, tetapi barang siapa yang meragui keterangan ini, dia adalah
orang-orang yang munafik.

Sesiapa yang menerima mesej ini tolong forwardkan kepada teman
seagama yang lain. Berwasiat-wasiatan-lah dengan kebenaran dan kebajikan
walaupun itu cuman seujung jarimu.

Benefits of surah Yassin

RASULULLAH SAW has said that intends to: "Read the surah Yassin
because it contains blessed ", namely:

1. When people are hungry to read surah Yassin, he should be satisfied.
2. If people are not allowed to receive clothing apparel.
3. If the spouse is not going to get a mate.
4. If the fear may disappear fear.
5. If the prisoners would be freed.
6. If the traveler read them, will have the pleasure of what he saw.
7. If stray allowed to place ditujuinya.
8. If the read out to the person who has died, God punished before Allaah ease.
9. If the people who thirst to read, lost his thirst.
10. If read out to the sick, to avoid the disease.
11. The Messenger of Allah said: "Verily, every thing has a heart
and the hearts of the Koran it is Yassin. Whoever reads Surah Yassin,
Allah will write reward like the reward of reading al-Quran 10 times.
12. Word of the Prophet again, "When it comes death of person who likes
read surah Yassin on every day, there came some angels
lined up alongside Angel of Death. They prayed and asked for his sin
God forgiven, watched as his body was bathed and helped
menyembahyangkan body ".
13. Angel of Death do not want to force people who love to take a life
Yassin read so come angel from heaven brings redwan
drinks for him. When he drank he felt it would favor
and put in the grave with happiness and did not feel
pain when his life was taken.
14. The Messenger of Allah said next: "Anybody pray
circumcision two cycles on Friday night, read at the first cycles surah
Yassin and second cycles Tabaroka, God made each letter light
in front of him on the day then and he will receive a twist of deeds
right hand and given the opportunity to defend 70 people rather than experts
his home, but whoever is wondering this statement, he was
people are hypocrites.

Anybody who receives this Message please forwardkan to friends
seagama others. Intestate-wasiatan the one with truth and virtue
even if it's just the tip of a finger.

Sabtu, 02 Januari 2016

Sharing di McDOnald


 Sepasang kakek-nenek datang ke Restoran McDonald dengan saling menuntun.
> Mereka duduk disebuah bangku panjang berdua, disamping seorang anak
> muda. Si kakek segera berdiri dan memesan makanan, sebuah hamburger,
> seporsi kentang goreng dan segelas minuman.
>
> Setelah itu kembali duduk, membagi hamburger jadi 2 bagian, menghitung
> kentang goreng dengan cermat dan membagi adil dengan si nenek, kemudian
> mengambil dua sedotan, menaruh gelas minuman tepat ditengah meja. Si
> anak muda memperhatikan tingkah sepasang kakek-nenek itu dengan salut.
>
> Si kakek kemudian mulai makan bagiannya, sementara si nenek hanya
> memperhatikan. Si anak muda merasa kasihan, akhirnya mendekat
> dan berkata: "Kek boleh saya belikan lagi makanannya?"
>
> Si Kakek menjawab: "Tidak usah terima kasih. Kami selalu berbagi makanan
> yang sama." Sampai si kakek selesai makan, mengelap mulut dengan tissue,
> si nenek masih saja menunggu tanpa menyentuh makanan bagiannya.
>
> Si anak muda mendekat lagi, kali ini berkata: "Nek, boleh saya
> belikan makanan yang lain, mungkin nenek tidak suka yang ini?"
> Si Nenek menjawab: "Tidak terima kasih."
>
> Terus si Anak muda bertanya lagi, kalau begitu kenapa makanannya
> tidak dimakan, katanya kalian suka berbagi? Kata si Nenek:
>
> "Saya sedang menunggu gigi. Gantian sama kakek!"

Sharing McDonald


 A pair of grandparents coming to McDonald with each lead.
> They sat disebuah long bench together, in addition to a child
> Young. The old man stood up and order food, a hamburger,
> Serving of fries and a drink.
>
> After the back seat, hamburger divide into 2 parts, calculate
> Fries carefully and dividing the fair with the grandmother, then
> Take two straws, put the drinks right in the middle table. Si
> Young people pay attention to behavior that a pair of grandparents with a salute.
>
> The old man then began to eat his share, while the grandmother only
> Attention. The young people feel pity, finally approaching
> And said: "Grandpa can I buy food anymore?"
>
> The grandfather replied: "No thank you. We always share food
> The same. "Until the grandfather finished eating, wiped his mouth with a tissue,
> Grandmother still wait without touching the food part.
>
> The young man approached again, this time saying: "Grandma, may I
> Traded other foods, perhaps the grandmother did not like this one? "
> The grandmother replied: "No thank you."
>
> Keep the young man asked again, then, why the food
> Did not eat, he said you like to share? Grandma said:
>
> "I'm waiting for the tooth. Gantian same grandfather!"

Surat Yang Tak Pernah Terkirim



Disini saya akan bersaya dan kamu. Saya juga bingung mau menulis apa,
Lebih baik saya bercerita dulu. Pernah suatu saat, ada di saat saya
begitu sangat membutuhkan pertolongan Allah. Yaitu ketika saya baru
sembuh dari sakit (operasi). Saya mulai masuk kerja lagi setelah
hampir sebulan saya berlibur di rumah sakit dan di rumah.

Dari sakit itu saya sadar bahwa sehat itu adalah nikmat Allah yang
besar yang diberikan ke hamba-Nya. Saya pernah merasakan tidak bisa
berjalan, memakai 2 buah Kruk di tangan kanan dan kiri saya, kemudian
berangsur-angsur saya hanya memakai satu buah kruk, kemudian akhirnya
saya bisa melepas kruk saya dan kembali bekerja, walaupun belum
terlalu sembuh benar. Saya masih sering jalan terpincang-pincang
karena rasa nyeri itu masih ada.

Pada saat itulah dimana saya menahan rasa nyeri itu, pekerjaan
menumpuk ada gangguan-gangguan luar lain yang sebetulnya lebih
mengganggu saya dari dua hal pertama yang disebutkan tadi. Kamu mau
tahu apa?....,

Jawabannya simple dan sederhana, Ada beberapa teman lelaki yang
mendekati saya. Kamu pasti bingung... kok begitu saja pusing?, tapi
hal itu membuat saya pusing. Saya tidak tahu maksud mereka apa, Saya
tau dari cara mereka, mereka suka pada saya, tapi saya ingin sesuatu
yang serius dan jelas. Karena saya bukan tipe orang yang senang
didekati kalau maksudnya tidak jelas. Saya bukan orang yang senang di
miss call sampai 3 kali ketika makan siang, di kirim sms yang sengaja
di panjang-panjangkan topiknya, yang di telpon tiap hari sekedar
untuk curhat, yang dikirimi email tentang cinta tapi saya tidak tau
cintanya untuk siapa. Said I miss U in Offline Message. Hal-hal itu
semua yang membuat saya pusing.

Hingga suatu saat di puncak rasa kesal dan gundah saya, ketika itu
Jum'at pulang dari bekerja lelah, kaki sakit, dan hati yang tidak
menentu. Selesai Sholat saya berdo'a. Do'anya sederhana, kalau tidak
salah begini "Ya Allah, dinda dicariin sama yang mau sama dinda aja
deh Ya Allah". Do'anya lucu ya?... berkesan agak tidak serius, tapi
itu benar benar dipuncak rasa lelah saya menghadapi masalah itu.
Kemudian saya tidur untuk menghilangkan kesal dan gundah saya. Masih
terlalu sore sebenarnya untuk tidur, sekitar jam setengah 8 malam.

Sekitar jam 9 malam telepon rumah berdering, Mama memanggil saya,
ternyata itu telpon buat saya. Ternyata ini dari adik tingkat saya,
seorang muslimah yang sudah lama tidak bertemu. Saya bingung ada apa
tiba-tiba dia menelpon saya. Ternyata ada pada titik klimaks dia
bilang "Kak Dinda... ini ada amanah... ada yang ngajakin
Ta'aruf". ... Deg saya hampir tidak percaya begitu cepat do'a saya
terkabul. Do'a yang seperti main-main...

Akhirnya dalam waktu 2 minggu Allah seperti memberikan kesempatan
saya untuk memilih... saya mendapat beberapa tawaran yang serius -
tawaran pertama, ketika malam saya berdo'a- tawaran ke dua dari
temannya teman kantor saya- tawaran ke tiga dari seorang guru ngaji
pria. Saya lalui hari-hari saya dengan berfikir dan memutuskan.
Akhirnya saya memutuskan untuk tidak menerima mereka. Sebetulnya saya
ingin sekali menerima mereka, tetapi ada beberapa hal yang
menghalangi.

Dari sang pria masih bekerja di Bank, perbedaan prinsip, papa saya
yang kurang setuju (biasanya papa saya yang ikut membaca setiap
biodata yang masuk, karena papa adalah wali saya, siapa yang menikah
dengan saya, berarti akan jadi anak papa juga). pendek kata ada hal-
hal yang mengalangi saya untuk terus melangkah.

Masih dalam satu periode itu tak beberapa lama saya di telpon oleh
Adi teman kamu dan juga teman saya. Bahwa ada seorang temannya (kamu)
yang mencari muslimah untuk pendamping. Saya begitu banyak dapat
tawaran, sampai saya tak habis fikir, Allah seperti memberikan saya
satu term atau batch untuk penyeleksian.

Akhirnya setelah konsultasi dengan papa tentang masalah penyeleksian
terhadap calon anaknya. Saya memutuskan untuk berani berta'aruf
dengan kamu. Kamu adalah yang terakhir di dalam urutan batch tersebut.

Kalaupun di akhir cerita ternyata berhasil. Alhamdulillah, puji
syukur kepada Allah Rabb pemilik Alam semesta. Kalaupun gagal, saya
yakin pasti ada batch selanjutnya. Karena Allah itu baik, Tiada Tuhan
selain Dia, Maha Suci Allah Tempat berdo'a dan menggantungkan
harapan. Tidak akan pernah mengecewakan orang-orang yang berdo'a dan
yakin. Dan Dialah yang membuat sesuatu indah pada waktunya :) .

Wassalaam
(Untuk mengingatkan kita, bahwa hidup ini adalah kumpulan-kumpulan
pilihan, kita memilih Rabb kita menetapkan)

Sumber: bungakenanga - Eramuslim

in every perfection lies the unperfection to be known 'n accepted,
in every unperfection lies the perfection to be seek 'n taken

Jumat, 01 Januari 2016

Temukan Cinta Anda



Bila anda tak mencintai pekerjaan anda, maka cintailah
orang-orang yang bekerja di sana. Rasakan kegembiraan dari
pertemanan itu. Dan, pekerjaan pun jadi menggembirakan.

Bila anda tak bisa mencintai rekan-rekan kerja anda, maka
cintailah suasana dan gedung kantor anda. Ini mendorong
anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas-
tugas dengan lebih baik lagi.

Bila toh anda juga tidak bisa melakukannya, cintai setiap
pengalaman pulang pergi dari dan ke tempat kerja anda.
Perjalanan yang menyenangkan menjadikan tujuan tampak
menyenangkan juga.

Namun, bila anda tak menemukan kesenangan di sana, maka
cintai apa pun yang bisa anda cintai dari kerja anda:
tanaman penghias meja, cicak di atas dinding, atau
gumpalan awan dari balik jendela.

Apa saja. Bila anda tak menemukan yang bisa anda cintai
dari pekerjaan anda, maka mengapa anda ada di situ? Tak
ada alasan bagi anda untuk tetap bertahan. Cepat pergi
dan carilah apa yang anda cintai, lalu bekerjalah di
sana. Hidup hanya sekali. Tak ada yang lebih indah
selain melakukan dengan rasa cinta yang tulus.


Find Your Love.

Find Your Love.
If you do not love your job, then love people who work there. Experience the excitement of friendships. And, the work was so encouraging. If you can not love your work colleagues, then love the atmosphere and your office building. This push passionate you to go to work and perform duties tasks better again. Anyway if you can not do it, loved every experience of commuting to and from your workplace. The ride was fun to make the goal seem fun too. However, if you do not find pleasure there, then love anything that you love from your work: an ornamental plant table, lizard on the wall, or clouds through the window. Anything. If you can not find what you love from your job, then why are you there? Not there is no reason for you to stay afloat. Go, hurry and look what you love, and work in there. Live only once. There is nothing more beautiful in addition to the sense of sincere love.

Thank God , reminding Indonesian version


Terima kasih Tuhan, telah mengingatkanku.

Sore, pulang kantor, seperti biasa aku menunggu bis didepan Chase Plaza,
untuk membawaku pulang, bertemu dengan kedua anak-anakku yang masih
berusia 2 tahun dan 9 bulan. Mikhail dan Fara namanya. Cuaca
menggerahkan tubuhku. Penat seharian kerja, dengan segala masalah yang
ada selama bekerja. Sudah seminggu ini aku selalu lupa menanyakan
keadaan kedua anakku  Entah menanyakan sudah makan siang atau belum,
bagaimana keseharian mereka, atau hanya sekedar memainkan telfon untuk
mendengarkan suara sang buah hatiku, si sulung Mikhail yang sudah banyak
bicara. Bahkan aku juga lupa bahwa saat ini kedua buah hati tercinta
sedang sakit flu. Aku terlalu sibuk sehingga sempat melupakan mereka.
Tapi ah, aku pikir aku meninggalkan buah hati bersama orangtuaku dan
pengasuhnya. Jadi, untuk apa aku pusingkan akan hal itu? Jahatkah aku?
Aku rasa betul, aku jahat. Tapi aku lebih mementingkan pekerjaanku
daripada keluargaku.

Aku termenung. Tadi pagi sebelum berangkat aku lagi-lagi lupa
membekalkan suami dengan dua potong roti omelete kesukaannya. Aku juga
lupa membekalkan teh hangat manis dimobilnya. Aku sempat merajuk
gara-gara suamiku menanyakan sarapan rutinnya untuk dimobil. Aku kan
cape Mas, aku kan harus siapkan bekal anak-anak sebelum mereka
dititipkan ketempat Oma-nya. Aku kan harus selesaikan cucian sebelum aku
mandi tadi pagi. Dan sejuta alasanku untuk tidak lagi dibahas masalah
sarapan rutin mobil. Dan ini sudah terjadi selama satu minggu pula. Ah,
aku juga melupakan kebiasaanku yang disukai suami, ternyata. Bahkan, aku
lupa minta maaf dengan kelakuanku seminggu ini.

Bahkan, akupun lupa Shalat sudah seminggu ini !!! Alangkah ajaibnya
diriku. Tapi kurasa Tuhan mengerti. Begitu pikirku selama dikantor. Dan
akupun tenggelam dengan pekerjaanku dikantor.

Saat itu jam sudah menunjukkan pukul 5.25 sore, langit mendung, dengan
udara lembab. Haus. Aku lupa minum sebelum pulang tadi. Mestinya aku
sediakan segelas minum untuk bekalku diperjalanan. Aku membutuhkan 2 jam
perjalanan dari kantor sampai rumahku di Bintaro. Lagi-lagi, alasan
sibuk yang membuatku lupa membawa gelas hijauku yang dulu biasa "tidur"
dalam tasku.

Pada saat itulah mataku tertuju dengan 2 orang kakak beradik, anak
pengamen jalanan. Tidak beralas kaki, kotor dan kumuh. Usia mereka
sekitar 4 dan 2 tahun. Mataku tertuju dengan sang adik. Wajahnya kuyu.
Kotor dan diam. Terlihat wajah manisnya walaupun kurasa anak kecil itu
tidak pernah mandi. Tidak beralas kaki. Terlihat ada luka ditelapak
kakinya yang mungil, semungil telapak kaki buah hatiku Mikhail. Sang
adik tertawa saat seorang wanita muda memberikan pecahan Rp. 2000 kepada
kakaknya. Alangkah senangnya si kakak. Diberikan selembar kepada sang
adik, dan sang adikpun menerima dengan hati riang. Dipandangnya uang
lembaran Rp. 1000 itu sambil bernyanyi kecil. Ah, dia menyanyikan lagu
masa kecilku dulu. Balonku ada lima, rupa-rupa warnanya. Aku
membayangkan buah hatiku Mikhail menyanyikan lagu itu. Pasti tangannya
tidak lepas dari pipiku, karena pada bait lagu "dor" buah hatiku selalu
memukul pipiku. Aku tersenyum pada si kecil. Suaranya. Ya, suaranya
masih pula cadel. Tangan kanannya memegang lembaran seribuan, tangan
kirinya memegang alat musik kecrekan dari tutup botol. Alangkah polos
wajahnya. Sang kakak duduk ditrotoar sambil menghalau lalat yang
berseliweran dikepala adik. Kutahu, pasti dia tidak keramas. Uh, mandi
saja mungkin jarang apalagi mencuci rambut?

Tiba-tiba saja, waktu sudah menunjukkan pukul 5.35 sore. Belum gelap.
Tapi aku tak tahu sudah berapa bis jurusanku yang terlewatkan karena
kekhusyukanku memandang 2 bocah polos didepanku?. Aku rogoh dompetku.
Duh, makin menipis. Aku harus beli susu sang buah hatiku yang kecil. Aku
juga harus beli alat kosmetikku yang sudah hancur dimainkan anak
sulungku. Pokoknya aku memang harus beli hari ini. Tapi pemandangan
didepanku meluluhkan hatiku. Kuambil selembar duapuluh ribuan dan
kuberikan kepada sang kakak. Terkejut, tentu saja. Sang adik tidak kalah
terkejut. Sambil teriak, sang adik bertanya pada kakaknya: aku bisa
makan hari ini ya kak ya. Hhh.. aku tersenyum pilu. Begitu bahagianya
mereka menerima lembaran dariku. Aku tegur kakaknya "kamu berdua belum
makan?" Pertanyaanku dijawab dengan sebuah anggukan kepala yang pelan.
Saat itu juga aku menitikkan air mata. Aku kasihan sekali. Adiknya tidak
memakai celana apapun. Bahkan aku bisa melihat bahwa adiknya seorang
perempuan. Beberapa orang yang sedang menunggu bis, menjadikan
percakapanku dengan bocah-bocah itu sebagai tontonan mereka. Beberapa
ada yang memberikan selembar 5000an. Ah, Jakarta !

"Kamu mau makan? Mau saya belikan makanan?" Lagi-lagi pertanyaanku
dijawab dengan sebuah anggukan kecil. Sang adik tersenyum kepadaku. Ah,
polosnya senyuman itu. Tanpa beban. Tanpa arti. Tapi yang kutahu,
senyuman itu senyuman bahagia dari kepolosannya. Aku ajak mereka ke
sebuah warung nasi Padang didekat Chase Plaza, kantorku. Aku tawarkan
makanan sesuka mereka. Raut wajah mereka memucat. Aku mengerti, mereka
sudah lapar dan dahaga. Kupandangi mereka makan. Duh, lahapnya. Aku
sendiri tidak makan seharian tadi, karena lagi-lagi kesibukanku
dikantor. Apakah aku sudah sedemikian kuatnya sehingga aku mampu
melupakan makan siang, mampu melupakan kewajibanku sebagai istri dan ibu
dari 2 orang buah hati terkasih? Aku ambil rokok mentholku, dan kuhisap
perlahan. Duh, rokok tidak pernah lepas dariku, seakan dialah pasangan
hidupku. Kuperhatikan sang adik. "Siapa nama kamu?" Jawaban malu-malu
keluar dari bibirnya "Ririn, Ibu". Ah, namanya Ririn. Sebuah nama indah.
Tapi kenapa nasibnya tidak indah?. Aku melamun. Tiba-tiba saja aku jadi
cengeng luar biasa. Airmataku menitik. Duh, sejahat inikah yang namanya
Jakarta? Hingga mampu menciptakan dua orang bocah yang sedang makan
dihadapanku menjadi pengamen jalanan dengan alat kecrekan seadanya
ditengah-tengah gedung tinggi? Bahkan, celana dalampun mereka tidak
punya. Mungkin punya, tapi cuma beberapa. Aku tidak menanyakan hal itu.
Kurasa tidak perlu. Bodohnya aku !.

"Kamu rumah dimana?" Aku tidak mendapatkan jawaban. Hanya gelengan
kepala si kecil. Ah, mereka tidak punya rumah. Rumah mereka di bedeng
kardus, dekat stasiun Senen. "Jalan kaki dan numpang bis dari Senen
untuk ngamen" kata sang kakak. Aku melamun. Kuhisap rokokku dalam-dalam.
Rumah kardus? Pengap? Tanpa orang tua? Nyamuk? Penyakit? Kotoran
dimana-mana? Adakah yang peduli dengan masa depan Ririn kecil? Adakah
yang peduli? Kenapa mereka ada di Jakarta? Kenapa bisa bertemu denganku
disini? Tiba-tiba saja lamunanku buyar. "Ibu, terima kasih kami sudah
makan enak". Mataku berkaca-kaca. "Ya, sama-sama. Semoga kamu kenyang
dan senang" jawabku berat. Ririn kecil tersenyum. Kurasa ia kekenyangan.
Keringat didahinya berbicara. Lalu ia mulai memainkan kecrekan
gembelnya. Bunyinya tidak beraturan. Tidak ada nada sama sekali. Hanya
suara cadelnya yang membuatku tersenyum. Aku berkaca-kaca. Senangnya
bisa memberikan arti buat mereka. "Ibu, jangan melamun. Aku mau nyanyi
buat Ibu". Ah, menyanyi? Buatku? Apa istimewanya aku?. Aku tertegun.
Suara cadel itu. Suara polos itu. Mereka menyanyikan sebuah lagu
untukku. Aku tidak mengerti lagunya. Tapi terdengar indah ditelingaku.
Ah, aku diberi hadiah: lagu !.
"Sekarang kamu berdua pulang. Masih ada yang merindukan kamu berdua. Ini
bekal buat dijalanan". Aku berikan selembar duapuluh ribuan, seliter air
mineral, roti manis dan sandal buat kedua bocah itu. Kebesaran. Tapi
tidak apa. Mereka senang sekali memakai sandal baru. Aku pandangi kedua
bocah dengan senyum. Mereka berlarian mengejar bis. Entah kemana lagi
mereka pergi. Mencari uang lagikah? Atau pulang kerumah kardus mereka di
pinggiran stasiun Senen seperti ucapan mereka tadi? Aku terharu, air
mataku menetes. Ah Jakarta... jahat sekali kamu.

Sudah jam 7 lewat 10. Aku pasti terlambat sekali sampai rumah ibuku. Aku
harus menjemput buah hatiku dan setelah itu pulang kerumahku. Aku duduk
dalam bis. Terdiam. Aku lagi-lagi meneteskan airmata. Apakah aku ditegur
Tuhan? Apakah aku disentil olehNya? Mata polos itu. Mata polos itu
menegurku, Tuhan.

Aku lupa bersyukur dengan apa yang telah diberikanNya untukku. Aku lupa
dengan anak-anakku. Aku lupa dengan suami dan tanggung jawabku sebagai
ibu dan istri. Mata Ririn kecil menusukku tajam. Aku ditegur olehnya.
Oleh mata kecil polos tanpa duka itu.

Fara kecil tertidur dipangkuanku. Mikhail, buah hatiku yang sulung
dengan mesra memainkan rambut Papanya. "Papa, hari ini aku sudah bisa
belajar mewarnai. Hari ini aku tadi makannya banyak. Aku tadi mau minum
obat. Aku hari ini jadi anak Papa yang pintar". Celotehannya yang cadel
membuatku tersenyum berkaca-kaca. "Mikhail enggak mau cerita dengan
Mama?" tanyaku. "Mikhail enggak mau cerita dengan Mama. Mama kan mama
yang sibuk". Bahkan si sulungpun kini sudah mulai menjauh dariku. Dia
malah lebih sayang dengan Papanya. Suamiku. Duh, rasanya seperti
tertusuk jarum. Sakit. Tapi aku diam. Ini memang semua salahku.

Tertidur. Mikhail dan Fara tertidur sudah. Tanggapan akan ceritaku dari
suami, hanya tersenyum. Bijaksana sekali. "Itulah teguran Allah untukmu.
Maka bersujudlah. Mohon ampun padaNya". Malam itu juga aku Shalat.
Memohon ampun pada yang Kuasa atas kemalasanku sebagai Ibu. Mohon ampun
telah melupakanNya.

Kupandang kedua wajah polos buah hatiku tercinta. Pulas. Tampak genangan
liur dibantal mereka. Fara tersenyum. Buah hati kecilku itu kalau tidur
memang suka tersenyum kecil. Sayangnya Mama...

Setetes air mata kembali mengalir dipipiku. Entah siapa kedua bocah yang
kutemui sore tadi sepulang kantor, entah siapa Ririn kecil yang
memandangku polos, entah siapa yang telah menyanyikan sebuah lagu
untukku disebuah warung nasi. Yang aku tahu, mata lugu itu telah
menegurku dengan sangat tajam. Terima kasih Allah, telah mengirimkan dua
bocah kecil, miskin tiada arti, untuk merubah hidupku. Mungkinkah mereka
Engkau kirim untukku?




Thank God, it has reminded

Thank God, it has reminded.
Afternoon, home office, as always I wait for the bus in front of Chase Plaza, to take me home, met with both my children were still aged 2 years and 9 months. Mikhail and Fara name. Weather menggerahkan my body. Tired day's work, with all the problems that there during the work. For a week now I always forget to ask Either ask my second state had lunch or not, how their daily lives, or just play for the telephone listen to the voice of the pieces of my heart, the eldest Mikhail already many talk. Even I forgot that today both beloved baby being sick with the flu. I was too busy to have time to forget them. But ah, I think I left the baby with my parents and guardians. So, for what I would confuse it? Jahatkah I? I think really, I mean. But I'm more concerned with my job rather than family. I mused. This morning before leaving I was again forgotten supplying a husband with two slices of bread omelete favorite. I also forget the warm sweet tea equip his car. I was sulking because my husband asked for a regular breakfast in the car. I am cape Mas, I've got to prepare lunch before their children Oma entrusted her to the place. I've got to finish the laundry before I a shower this morning. And a million reason to no longer discuss problems breakfast routine car. And this has been going on for one week anyway. Ah, I also forgot the preferred habit husband, it turns out. In fact, I apologize with my behavior this week.In fact, I will forget Salah already this week !!! What a wonderful me. But I think God understands. So I thought for the office. And
I will drown with my work at the office. At that time, 5:25 o'clock in the afternoon, the sky was overcast, with moist air. Thirsty. I forgot to drink before going home earlier. I should provide a glass of drink to my lunch journey. I need 2 hours drive from the office to my house in Bintaro. Again, the reasons busy which made me forget to bring my green glasses were used to "sleep" in my bag. At that moment my eyes fixed with 2 siblings, children Street performer. No bare feet, dirty and rundown. Their age about 4 and 2 years old. My eyes were drawn to her sister. His face was haggard. Dirty and silent. Looks sweet face even though I think the little boy never bathe. No bare feet. No visible injuries ditelapak little feet, petite feet Mikhail pieces of my heart. The sister laughed when a young woman giving a fraction Rp. 2000 to brother. How wonderful the brother. Given a sheet to the sister, and the adikpun receive with cheerful hearts. Considers money Rp sheet. 1000 was singing a little. Ah, she sings from my childhood. Balonku five, assorted colors. I Mikhail fruit imagine my heart sing that song. Definitely hands can not be separated from my cheek, as the temple of the song "dor" the fruit of my heart always hit my cheek. I smiled at the child. His voice. Yes, his voice still too slurred. His right hand holds a thousand sheets, hand His left holding a musical instrument kecrekan of the bottle cap. How plain face. The brother sat sidewalk while dispel the flies milling the head sister. I know, for sure he does not wash. Uh, bath alone may rarely let alone wash your hair? Suddenly, it was past 5:35 pm. Dark yet.
But I do not know how many buses were missed due to my course
kekhusyukanku plain view two boys in front of me ?. I reach for my wallet.
Duh, diminishing. I had to buy milk my baby is small. I
also have to buy the tools that have been destroyed kosmetikku children played
eldest. Anyway, I do have to buy today. But the landscape
in front of me made my heart melt. I took a sheet of twenty thousand and
give to his brother. Surprised, of course. The sister did not lose
surprised. She cried, her sister asked her brother: I can
eat today ya kak ya. Hhh .. I smiled sadly. So happy
they received the sheets from me. I chided her sister "you two have not
eat? "My question was answered with a nod of the head slowly.
At that time also I shed tears. I'm sorry for all. Her sister did not
wearing any pants. Even I could see that his brother a
women. Some people who were waiting for the bus, make
conversation with the boys as their spectacle. Some
Nothing gives a piece 5000an. Ah, Jakarta!
"You want to eat? Shall I buy food?" Again my question
answered with a small nod. The younger brother smiled at me. Ah,
The innocent smile. No burden. Without meaning. But I know,
happy smile that smile of innocence. I invite them to
a rice shop in Padang near Chase Plaza, office. I offer
food as they please. The look on their faces pale. I understand, they
already hungry and thirsty. I watched them eat. Duh, greedily. I
itself did not eat all day before, because again kesibukanku
in the office. Have I been so strong that I was able to
forget about lunch, unable to forget my duty as a wife and mother
of 2 baby dear? I grab the cigarette mentholku, and I smoke
slowly. Duh, cigarettes never be separated from me, as if he couples
My life. I noticed his brother. "What is your name?" Answer shyly
out of his mouth "Ririn, Mother". Ah, the name Ririn. A beautiful name.
But why fate is not beautiful ?. I was daydreaming. Suddenly I became
unusually whiny. Tears drip. Duh, as bad as this the name
Jakarta? To be able to create two boys who were eating
dihadapanku be a street musician with a makeshift kecrekan
in the midst of tall buildings? In fact, they are not pants dalampun
have. May have, but only a few. I do not ask that.
I think it is not necessary. How stupid I am !.  "You're home where?" I did not get an answer. Just shake baby's head. Ah, they do not have a home. Their home in the soil cardboard, near Senen station. "Walking and bus passenger from Senen for ngamen "said his brother. I'm dreaming. I smoke my cigarette deeply. Cardboard house? Stuffy? Without parents? Mosquito? Disease? Dirt every where? Anyone concerned with the future of small Ririn? Is there who cares? Why are they there in Jakarta? Why can meet me
here? Suddenly my thoughts were dashed. "Mom, thank you we've a good meal. "My eyes filled with tears." Yes, together. Hopefully you are full and happy "I answered weight. Ririn small smile. I think he stuffed. Forehead sweat talk. Then he began to play kecrekan gembelnya. It reads irregular. No tone at all. Only cadelnya voice that made me smile. I glazed. Delight could give meaning to them. "Mother, do not daydream. I want to sing Ms ". Ah, sing? For me? What's so special I ?. I was stunned. The slurred voice. Sound innocent. They sing a song for me. I do not understand the song. But my ears sounded wonderful. Ah, I was given a gift: a song!. "Now you both go home. Still there were missed you both. It provision for the streets ". I gave a piece of twenty thousand, a liter of water mineral, sweet bread and slippers for the two boys. Greatness. But It is okay. They love to wear new sandals. I looked at both boy with a smile. They were running to catch a bus. Somewhere else they go. Finding money lagikah? Or go home their cardboard Senen station periphery as their saying that? I was touched, water eyes dripping. Jakarta Ah ... you're so mean.
Already at 7 through 10. I must be late once to my mother's house. I must pick up pieces of my heart and then go home to my house. I sat bus. Silent. I once again shed tears. Am I reprimanded God? Am I disentil Him? The plain eye. The innocent eyes reprimanded me, Lord. I forgot grateful for what he has given me. I forgot with my children. I forgot my responsibility as a husband and mother and wife. Ririn small sharp cut right eye. I reprimanded him. By small eyes grief plain without it. Fara small dipangkuanku asleep. Mikhail, my eldest fruit tenderly plays daddy hair. "Papa, today I was able learn coloring. Today I was eating a lot. I was going to drink drug. I today so Papa smart kid ". Celotehannya that lisp made me teary smile. "Mikhail not want the story to Mama? "I asked." Mikhail not want the story to Mama. The mama mama busy. "Even the sulungpun now started away from me. He even more affectionate with daddy. My husband. Duh, it feels like needle stick. Sick. But I was silent. It was all my fault. Asleep. Mikhail and Fara asleep already. Responses will be story of husband, just smiled. Very wise. "That is the warning of God for you. Then prostrate. Please pardon Him. "That night I Salah. Begged for forgiveness in which power over kemalasanku as a mother. Ask forgiveness has been forgotten. I looked both innocent face my beloved fruit. Asleep. Looks puddle dibantal their saliva. Fara smiled. My little baby when sleeping it is like a small smile. Unfortunately Mama ... Teardrop back flowing dipipiku. I wonder who the second boy I met this afternoon after work, whoever small Ririn looked plain, whoever was singing a song disebuah me rice shop. I know, it's innocent eyes reproached with very sharp. Thank God, has sent two little boy, poor no meaning, to change my life. Could they You tell me?

MTs Sabilurrosyad

MTs Sabilurrosyad
Profil MTs Sabilurrosyad

Edukasi Tata Surya part 1