Sabtu, 02 Januari 2016

Surat Yang Tak Pernah Terkirim



Disini saya akan bersaya dan kamu. Saya juga bingung mau menulis apa,
Lebih baik saya bercerita dulu. Pernah suatu saat, ada di saat saya
begitu sangat membutuhkan pertolongan Allah. Yaitu ketika saya baru
sembuh dari sakit (operasi). Saya mulai masuk kerja lagi setelah
hampir sebulan saya berlibur di rumah sakit dan di rumah.

Dari sakit itu saya sadar bahwa sehat itu adalah nikmat Allah yang
besar yang diberikan ke hamba-Nya. Saya pernah merasakan tidak bisa
berjalan, memakai 2 buah Kruk di tangan kanan dan kiri saya, kemudian
berangsur-angsur saya hanya memakai satu buah kruk, kemudian akhirnya
saya bisa melepas kruk saya dan kembali bekerja, walaupun belum
terlalu sembuh benar. Saya masih sering jalan terpincang-pincang
karena rasa nyeri itu masih ada.

Pada saat itulah dimana saya menahan rasa nyeri itu, pekerjaan
menumpuk ada gangguan-gangguan luar lain yang sebetulnya lebih
mengganggu saya dari dua hal pertama yang disebutkan tadi. Kamu mau
tahu apa?....,

Jawabannya simple dan sederhana, Ada beberapa teman lelaki yang
mendekati saya. Kamu pasti bingung... kok begitu saja pusing?, tapi
hal itu membuat saya pusing. Saya tidak tahu maksud mereka apa, Saya
tau dari cara mereka, mereka suka pada saya, tapi saya ingin sesuatu
yang serius dan jelas. Karena saya bukan tipe orang yang senang
didekati kalau maksudnya tidak jelas. Saya bukan orang yang senang di
miss call sampai 3 kali ketika makan siang, di kirim sms yang sengaja
di panjang-panjangkan topiknya, yang di telpon tiap hari sekedar
untuk curhat, yang dikirimi email tentang cinta tapi saya tidak tau
cintanya untuk siapa. Said I miss U in Offline Message. Hal-hal itu
semua yang membuat saya pusing.

Hingga suatu saat di puncak rasa kesal dan gundah saya, ketika itu
Jum'at pulang dari bekerja lelah, kaki sakit, dan hati yang tidak
menentu. Selesai Sholat saya berdo'a. Do'anya sederhana, kalau tidak
salah begini "Ya Allah, dinda dicariin sama yang mau sama dinda aja
deh Ya Allah". Do'anya lucu ya?... berkesan agak tidak serius, tapi
itu benar benar dipuncak rasa lelah saya menghadapi masalah itu.
Kemudian saya tidur untuk menghilangkan kesal dan gundah saya. Masih
terlalu sore sebenarnya untuk tidur, sekitar jam setengah 8 malam.

Sekitar jam 9 malam telepon rumah berdering, Mama memanggil saya,
ternyata itu telpon buat saya. Ternyata ini dari adik tingkat saya,
seorang muslimah yang sudah lama tidak bertemu. Saya bingung ada apa
tiba-tiba dia menelpon saya. Ternyata ada pada titik klimaks dia
bilang "Kak Dinda... ini ada amanah... ada yang ngajakin
Ta'aruf". ... Deg saya hampir tidak percaya begitu cepat do'a saya
terkabul. Do'a yang seperti main-main...

Akhirnya dalam waktu 2 minggu Allah seperti memberikan kesempatan
saya untuk memilih... saya mendapat beberapa tawaran yang serius -
tawaran pertama, ketika malam saya berdo'a- tawaran ke dua dari
temannya teman kantor saya- tawaran ke tiga dari seorang guru ngaji
pria. Saya lalui hari-hari saya dengan berfikir dan memutuskan.
Akhirnya saya memutuskan untuk tidak menerima mereka. Sebetulnya saya
ingin sekali menerima mereka, tetapi ada beberapa hal yang
menghalangi.

Dari sang pria masih bekerja di Bank, perbedaan prinsip, papa saya
yang kurang setuju (biasanya papa saya yang ikut membaca setiap
biodata yang masuk, karena papa adalah wali saya, siapa yang menikah
dengan saya, berarti akan jadi anak papa juga). pendek kata ada hal-
hal yang mengalangi saya untuk terus melangkah.

Masih dalam satu periode itu tak beberapa lama saya di telpon oleh
Adi teman kamu dan juga teman saya. Bahwa ada seorang temannya (kamu)
yang mencari muslimah untuk pendamping. Saya begitu banyak dapat
tawaran, sampai saya tak habis fikir, Allah seperti memberikan saya
satu term atau batch untuk penyeleksian.

Akhirnya setelah konsultasi dengan papa tentang masalah penyeleksian
terhadap calon anaknya. Saya memutuskan untuk berani berta'aruf
dengan kamu. Kamu adalah yang terakhir di dalam urutan batch tersebut.

Kalaupun di akhir cerita ternyata berhasil. Alhamdulillah, puji
syukur kepada Allah Rabb pemilik Alam semesta. Kalaupun gagal, saya
yakin pasti ada batch selanjutnya. Karena Allah itu baik, Tiada Tuhan
selain Dia, Maha Suci Allah Tempat berdo'a dan menggantungkan
harapan. Tidak akan pernah mengecewakan orang-orang yang berdo'a dan
yakin. Dan Dialah yang membuat sesuatu indah pada waktunya :) .

Wassalaam
(Untuk mengingatkan kita, bahwa hidup ini adalah kumpulan-kumpulan
pilihan, kita memilih Rabb kita menetapkan)

Sumber: bungakenanga - Eramuslim

in every perfection lies the unperfection to be known 'n accepted,
in every unperfection lies the perfection to be seek 'n taken

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MTs Sabilurrosyad

MTs Sabilurrosyad
Profil MTs Sabilurrosyad

Edukasi Tata Surya part 1